Berita

ILUSTRASI

Politik

Anak TK Jangan Diberi Uang Saku Dulu

MINGGU, 17 FEBRUARI 2013 | 17:55 WIB

Memberi uang jajan dan uang saku kepada anak adalah dua hal berbeda yang harus diperhatikan oleh orang tua.

Begitu dikatakan pakar Gizi dari Institut Pertanian Bogor, Prof Hadinsyah.

"Biasakan untuk mengatakan kepada anak uang saku bukan uang jajan, karena di balik dua kata itu ada makna yang berbeda," katanya dalam seminar Kantin Sehat Ajinomoto-IPB Nutrition Program (AINP) di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Minggu (17/2).


Herdinsyah menjelaskan, orientasi uang jajan dan uang saku berbeda. Jika orang tua mengatakan uang jajan, orientasi anak adalah uang yang harus dijajankan. Tapi, bila pengucapan pemberian uang saku, orientasi anak uang yang bisa dibelanjakan dan ditabungkan.

Memberi uang saku, artinya orientasi anak uang tersebut bisa untuk dibelanjakan bisa untuk ditabung," ujarnya.

Menurut Hendinsyah memberikan uang saku kepada anak mengajarkan anak untuk memiliki rasa tanggungjawab dalam membelanjakan uang yang telah diberikan orang tua. Sebaiknya uang saku diberikan kepada anak yang sudah duduk di sekolah dasar, SMP dan SMA, untuk anak usia Taman Kanak-Kanak sebaiknya tidak diberi uang saku.

"Anak TK jangan diberi uang saku, tapi memerlukan pendampingan dari orang tua. Uang saku diberikan baiknya kepada anak di SD, SMP dan SMA," ujarnya.

Pola pemberian uang saku kepada anak sebaiknya diatur, untuk anak SD dan SMP ada baiknya diberikan uang saku perminggu. Hal ini mengajarkan anak untuk mengelola uangnya sebaik-baiknya. Sedangkan untuk anak SMA diberi uang saku per bulan, sesuai dengan kebutuhannya.

"Hal ini untuk melatih disiplin, komitmen dan tanggubjawab kepada anak dalam mengelola keuangannya," katanya.

Memberikan uang saku kepada anak di sekolah untuk bekal anak bila tidak sempat sarapan di rumah sehingga kebutuhan makan anak tercukupi. Orang tua diingatkan untuk membiasakan memberikan komitmen kepada anak setiap memberikan uang saku untuk mengingatkan anak agar uang tersebut ditabungkan dengan menyediakan celengan di rumah.

Hardinsyah menambahkan, ada baiknya orang tua lebih mengutamakan membekali anak dengan sarapan, menghindari anak dari kebiasaan jajan di sekolah mengingat belum terjaminnya kualitas makanan di sekolah yang sehat dan aman. [ant/wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya