Berita

ilustrasi, ternak ayam

Bisnis

Produsen Lokal Minta PPN Terigu Pakan Ternak Dihapus

Pemerintah Dituding Diskriminatif
JUMAT, 15 FEBRUARI 2013 | 08:15 WIB

Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) meminta jaminan pasokan bahan baku terigu dari produsen lokal pasca ditetapkannya Bea Masuk Tindakan Pengamanan Sementara (BMTPS).

Ketua Umum GPMT Sudirman mengaku, akibat pengenaan BMTPS itu biaya produksi industri pakan ternak membengkak hingga 20 persen.

“Harapan kita komitmen produsen lokal bisa bersaing dan memberikan harga yang sama dengan harga impor,” katanya di Jakarta, kemarin.


Menurut dia, target marketnya selama ini adalah untuk ekspor. Karena itu, jika harga dan kualitas tidak sesuai dengan spek akan sulit bersaing dengan produsen luar negeri. Saat ini Indonesia merupakan eksportir kedua terbesar pakan ternak setelah Thailand.

Sudirman mengatakan, saat ini harga bahan baku terigu impor untuk pakan ternak berkisar Rp 4.000 per kg dan sekarang harganya sudah naik Rp 700 per kg karena pemberlakuan BMTPS terhadap terigu asal Turki.

“Kebijakan dumping itu untuk terigu pangan. Seharusnya untuk pakan ternak tidak kena karena semakin murah bahan baku akan meningkatkan daya saing kita,” ujarnya.

Menurut dia, Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) siap memasok bahan baku untuk industri pakan dalam negeri sesuai dengan spek yang pengusaha minta.

“Kami sudah sepakat mendapat pasokan sebanyak 100.000 ton dari industri terigu domestik. Mereka akan memproduksi sesuai dengan spesifikasi dengan harga yang kompetitif,” ungkap Sudirman.

Dengan adanya kesepakatan ini, industri pakan ternak bisa normal kembali. Pasalnya, hingga kini produksinya masih sesuai target dan tidak ada penurunan.

Pertumbuhan industri pakan ternak tahun ini, lanjut Sudirman, diprediksi akan mencapai 12 persen. Karena rumusannya adalah dua kali pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jika pertumbuhan ekonomi 6 persen, pertumbuhan pakan ternak 12 persen atau dua kalinya,” tandasnya.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang mengaku siap memasok kebutuhan terigu untuk pakan ternak sesuai dengan spek yang dibutuhkan dengan harga yang kompetitif.

“Kita siap penuhi permintaan bahan baku terigu industri pakan 100 ribu ton sesuai permintaan mereka yang selama ini dipenuhi dari impor,” katanya.

Namun, Fransiscus meminta pemerintah tidak melakukan diskriminasi terkait pajak pertambahan nilai (PPN) terigu pakan ternak. Pasalnya, pemerintah telah melakukan diskriminasi yang sangat merugikan produsen pakan ternak domestik.

“Ini kan aneh, masa impor terigu pakan ternak terbebas dari PPN sementara terigu pakan ternak domestik dikenakan PPN sebesar 10 persen,” ucap Franciscus.

Sebab itu, Aptindo akan berjuang agar pemerintah  menghapus PPN tersebut demi tumbuhnya industri terigu pakan ternak dalam negeri. “Kami akan komit kepada industri terigu pakan ternak jika pemerintah mau membantu,” cetusnya.

Menurutnya, selama ini kebanyakan produsen terigu nasional terkonsentrasi hanya untuk terigu pangan. Jika PPN itu bisa dikoreksi, akan banyak produsen dalam negeri yang ikut membuat terigu untuk pakan. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya