Berita

ist

Bisnis

Pemerintah Harus Jamin Produksi Blok Mahakam

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 22:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat energi Sofyano Zakaria mengatakan pemerintah harus menjamin kelangsungan produksi blok Mahakam sebelum maupun paska 2017 karena tahun-tahun itu Mahakam akan tetap menjadi tulang punggung produksi gas nasional.

"Karena itu, kolaborasi antara investor lama dengan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah menjadi solusi terbaik," kata Sofyano kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2).

Apalagi, saat ini ada indikasi pemerintah menghendaki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ikut serta dan belajar berbisnis gas di tempat yang beresiko besar, baik dari sisi investasi maupun teknologi.  


"Agar tidak memasukan modal seperti PHE ONWJ, maka sebaiknya Pertamina memilih masuk di 2017," katanya.

Dia juga  menyarankan, pemerintah meminta bagian negara dinaikan sejak 2017. Sebab, seluruh aset sudah menjadi milik negara akibat sudah terbayar oleh mekanisme cost recovery. Jadi bagian operator setelah 2017 tidak akan sebesar sekarang.

"Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pasti punya pertimbangan lain demi kemakmuran dan kesejahteraan bangsa lebih luas," katanya.

Untuk diketahui, Kontraktor Kontrak Kerja Sama yang bekerja saat ini di Blok Mahakam, yaitu TOTAL yang berpartner dengan INPEX 50-50. Perusahaan tersebut mengklaim telah menginvestasikan setidaknya 27 miliar dolar AS atau sekitar Rp 250 triliun sejak masa eksplorasi dan pengembangannya telah memberikan penerimaan Negara sebesar 83 miliar dolar AS atau sekitar Rp 750 triliun.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya