Berita

ilustrasi, Semen Baturaja

Bisnis

DPR Akhirnya Restui IPO Semen Baturaja

Tahap Awal, Dahlan Batasi Penawaran Saham 20 Persen
RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 08:26 WIB

Setelah melalui proses panjang dan berbelit, DPR akhirnya merestui PT Semen Baturaja menghimpun dana melalui penjualan saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Analis bursa memprediksi, prosepeknya
cemerlang.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar mengungkapkan, keputusan tersebut diambil di in­ter­nal komisi, Senin (11/2).  Me­nu­rutnya, keputusan itu ti­dak per­lu dibicarakan lagi dengan peme­rintah. Sebab, pada  rapat kerja ter­akhir dengan Menteri Ke­ua­ngan Agus Martowardojo dan Menteri BUMN Dahlan Is­kan, pemerintah menyetujui apa­­pun keputusan DPR.

“Saat pengambilan keputus­an, ada dua, satu fraksi yang ti­dak se­tuju Semen Batutaja go public. Tapi mayoritas menye­tujui. Kami tidak mengetahui langkah fraksi yang tidak setuju itu,” kata Harry kepada warta­wan di Ja­karta, kemarin.

“Saat pengambilan keputus­an, ada dua, satu fraksi yang ti­dak se­tuju Semen Batutaja go public. Tapi mayoritas menye­tujui. Kami tidak mengetahui langkah fraksi yang tidak setuju itu,” kata Harry kepada warta­wan di Ja­karta, kemarin.

Harry menerangkan, pihaknya menyetujui Semen Baturaja me­lantai di bursa saham untuk men­dorong manajemen perusahaan agar lebih sehat dan professional.

“Karena selain pemerintah, ada pemegang saham lain yang oto­matis akan ikut melakukan kon­trol,” ujar politisi Golkar itu.

Pertimbangan lainnya, lanjut Harry, Semen Baturaja memer­lukan dana untuk melakukan per­luasan industri di Sumatra.

Untuk waktu pelaksanaan IPO, Harry menyerahkan sepe­nuh­nya kepada pemerintah. Me­nurutnya, urusan teknis menjadi tanggung jawab pemerintah. Ar­tinya, jika terjadi kegagagalan IPO, maka pe­merintah yang ha­
rus bertang­gung jawab.

“Kalau pemerintah mau mu­lai tahun ini juga bisa,” im­buhnya.

Rencana pemerintah melepas Semen Baturaja ke lantai bursa sebenarnya sudah diusulkan ke Senayan sejak akhir tahun 2011. Namun prosesnya lambat kare­na pembahasannya cukup alot.  

DPR sempat membuat kepu­tusan me­nye­tujui IPO Semen Baturaja ak­hir tahun 2012. Na­mun, keputu­san tersebut dimen­tahkan lagi pe­kan lalu karena DPR menilai pe­rusahaan itu belum siap.

Dengan telah disetujuinya IPO Se­men Baturaja, maka jumlah peru­sahaan BUMN yang melan­tai di bursa saham bertambah. Sebe­lum­nya, sudah ada 19 pe­rusa­haan dari 141 BUMN yang su­dah go public lebih dulu.

Anggota Komisi XI DPR Zaini Rahman mengatakan, meski IPO Semen Baturaja sudah di­se­tujui, namun anggota dewan mem­be­rikan sejumlah catatan yang per­lu diperhatian peme­rintah.

Dia meminta, Kementerian BUMN segera menjelaskan roadmap perusahaan ke depan. Pasal­nya, selama ini pihaknya sudah meminta penjelasan berkali-kali namun belum pernah diberikan baik oleh direksi Semen Baturaja maupun Kementerian BUMN.

“Harus ada penjelasan tentang roadmap BUMN secara keseluru­han. Termasuk soal ada beberapa proyeksi keuangan yang belum dijelaskan. Padahal sudah dita­nyakan Komisi XI,” kata Zaini.

Menteri Badan BUMN Dahlan Iskan mengaku lega Senayan menyetujui IPO Semen Baturaja.  Dia menegaskan, Semen Baturaja tetap akan melakukan aksi kor­porasi meskipun Semen Baturaja tidak disetujui IPO.

“Na­mun de­ngan disetujui IPO, maka aksi kor­porasi dan kema­juan per­se­roan bisa menjadi le­bih cepat,” ujar Dahlan happy.

Dahlan menuturkan, meskipun IPO yang diizinkan dewan sebe­sar 35 persen, namun pada per­mulaan nanti, saham yang akan dilepas di bursa  hanya 20 persen. “20 persen dulu lah,” imbuhnya.

Corporate Secretary PT Semen Baturaja, Zulkifri Subli menje­las­kan, bulan Juni pihaknya akan mu­lai menawarkan saham ke­pa­da publik. Selama ini, berbagai persiapan sudah dilakukan se­perti kerja sama dengan konsul­tan hu­kum dan konsultan publik.

“Kami sudah mempersiapkan (IPO) dengan matang sejak tahun lalu. Mudah-mudahan semua hal yang telah di­rencanakan dapat ber­jalan lan­car,” harap Zulkifri kepada Rakyat Merdeka.

Co Founder Remax Capital Lucky Bayu Purnomo mengana­lisasi, prospek Semen Baturaja dalam beberapa waktu ke depan diperkirakan bagus. Sebab, jenis usaha perusahaan pelat merah itu itu selaras de­ngan program peme­rintah yang sedang menggenjot pemba­ngu­nan infrastruktur.

“Kebutuhan untuk pem­ba­ngu­nan meningkat sehingga ber­pe­ngaruh terhadap penjualan peru­sahaan yang ber­gerak di bidang infrastruktur,” kata Lucky. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya