Berita

Politik

Simbol Pelanggar Hukum, Bisa-bisanya Boediono Diberi Gelar Kehormatan

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 01:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemberian gelar doktor kehormatan (honoris causa) di bidang hukum oleh Monash University Australia kepada Wakil Presiden Boediono merupakan penghinaan terhadap rakyat Indonesia.

"Boediono simbol pelanggar hukum, kok bisa-bisanya diberi gelar kehormatan di bidang hukum," ujar Koordinator Petisi 28, Haris Rusli Moti, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (12/2) malam.

Nama Boediono, tegas Moti, tidak asing lagi di pendengaran publik terlibat dalam dua kejahatan melanggar hukum, yakni megaskandal danatalangan Bank Century dan megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).


DPR, BPK dan KPK sudah dengan tegas menyatakan Boediono terlibat dalam megaskandal danatalangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun yang dikucurkan antara November 2008 hingga Juli 2009. Bahkan KPK sudah meningkatkan status Century dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan dua anak buah Boediono di BI sebagai tersangkanya.

Sementara kejahatan Boediono dalam megaskandal BLBI yang dikucurkan pada 1997 dan membuat negara mengalami kerugian ratusan triliun rupiah disebut dengan tegas dalam dua dokumen Putusan Mahkamah Agung (MA). Dokumen pertama adalah Putusan MA bernomor 979 K/PID/2004 tentang permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk tersangka BLBI, Drs. Hendrobudiyanto.

Dokumen kedua adalah Putusan MA bernomor 981 K/PID/2004 tentang permohonan kasasi dari Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk tersangka BLBI, Paul Soetopo Tjokronegoro, SE.ME.MPE.

"Bagaimana mungkin orang yang terbukti melawan hukum diberi penghargaan di bidang hukum. Jelas harus ada petisi menolak penghargaan itu," pungkas Moti.

Kabar Boediono menerima gelar doktor kehormatan di bidang hukum dari Monash University dibenarkan Jurubicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat. Kepada Rakyat Merdeka Online dia mengatakan, pemberian gelar akan dilakukan di Istana Wapres, Medan Merdeka Selatan, Jakarta, hari ini (Rabu, 13/2), pukul 15.00.

Sayangnya Yopie belum mau menjelaskan pertimbangan pemberian gelar tersebut sebelum pihak Monash University menyematannya secara resmi. "Besok akan ada pers release setelah upacara. Tidak enak dengan orang Monash karena sudah janjikan baru akan dikeluarkan setelah upacara," kata Yopie, Selasa (12/2) malam. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya