Berita

wahyuni refi/ist

Politik

Koalisi dengan PDS, PAN Tegaskan Komitmen Kebhinekaan

SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 19:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setelah menyapa warga Papua dalam kegiatan Natal Bersama di Jayapura pertengahan Januari lalu dan serangkaian acara Imlek dengan warga Tionghoa di Palembang dan Bandar lampung, Partai Amanat Nasional (PAN) kembali menunjukan komitmennya sebagai partai yang terbuka dan menjungjung kebhinekaan.

Terlebih Partai Damai Sejahtera (PDS) dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan PAN untuk bergabung bersama di Pemilu 2014 di bawah bendera partai yang dinakhodai Hatta Radjasa itu.

"Semalam ada pertemuan PDS dengan bang Hatta membahas tentang gagasan ke-Indonesian ke depan, bagaimana visi pembangunan Indonesia harus menjaga komitmen kebhinekaan dan persatuan dan kesatuan," ungkap Wakil Sekjen DPP PAN Wahyuni Refi kepada wartawan di Jakarta  Selasa (12/2/2013).


Mantan Ketua Presidium GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) ini menambahkan upaya PAN untuk merangkul PDS menunjunkan PAN merupakan partai yang menghargai kemajemukan.

"Ini juga memberikan pesan kepada seluruh warga negara untuk bergotong royong membangun Indonesia tidak lagi melihat suku dan agamanya terlepas dia minoritas ataupun mayoritas," demikian Wahyuni Refi.

Sebagai informasi, PDS dinyatakan tidak lolos dalam verifikasi faktual partai politik peserta Pemilu yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).  PDS merupakan salah satu partai politik di Indonesia yang berasaskan Pancasila, didirikan pada Oktober 2001. Pada Pemilu 2004 PDS memperoleh 2.424.319 suara atau 2,14 persen dari total perolehan suara dengan mendapatkan 13 kursi di DPR.

Sementara pada Pemilu 2009 PDS memperoleh 1.541.592 suara atau 1,48 persen dari total perolehan suara, kurang dari 2,5 persen sebagaimana yang dipersyaratkan oleh aturan ambang batas pemilu (electoral threshold), sehingga kehilangan semua kursi DPR. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya