Berita

ILUSTRASI

Politik

Bahaya, Banyak Penipu Catut Nama Pejabat Buka Tambang

SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 11:57 WIB

Kini banyak penipu mencatut nama pejabat guna menghimpun dana masyarakat guna mendukung rencana pembukaan kembali lokasi tambang emas rakyat tanpa izin di Gunung Botak, Kecamatan Wamsaid, Kabupaten Buru yang ditutup Pemprov Maluku akhir Desember 2012.

"Mereka tidak segan-segan membawa nama Bupati Buru Ramly Umasugy dan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu untuk melancarkan aksi penipuannya," kata salah satu pemilik lahan penyulingan minyak kayu putih di Gunung Botak, Nyonya Jamilah Wael di Ambon, Selasa (12/2).

Sekelompok oknum yang sering melakukan penipuan ini memungut Rp5 juta dari para pemilik tong (drum) yang berfungsi menampung limbah olahan pencucian logam mulia.


Jamilah mengatakan, para penipu yang juga mengaku sebagai anak adat asil Pulau Buru ini malahan membuat acara resmi di Kayeli dan mengundang para pemilik tong dan rencananya Bupati bersama Pangdam XVI/Pattimura akan hadir untuk meresmikan kembali pembukaan tambang emas di Gunung Botak.

Malahan Kepala Desa Kayeli yang dicatut namanya untuk hadir dalam acara pembukaan tambang tersebut ternyata sedang berada di luar daerah, jadi para penipu yang mencatut nama pejabat seperti ini tak perlu ditanggapi warga.

Isu pembukaan kembali lokasi Gunung Botak dengan membawa-bawa nama pejabat ini sudah dilakukan berulang kali dan dana yang dihimpun cukup banyak, dan akibatnya warga yang sudah menyetor jadi termakan hasutan dan berupaya masuk ke lokasi tambang.

"Selaku pemilik lahan, kami sangat mendukung pernyataan dua putera adat Pulau Buru, Hosea Tasijawa dan Ridwan Tasijawa yang menyatakan kegiatan di Desa Kayeli yang akan dihadiri Bupati Buru dan Pangdam Pattimura itu suatu pembohongan," katanya.

Sebab tujuan para penipu ini hanyalah untuk mencari keuntungan pribadi dan menghasut orang lain untuk masuk secara paksa ke Gunung Botak. [ant/wid]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya