Berita

Tarmizi Taher

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Mantan Menag Dr. Tarmizi Taher Wafat

SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 09:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

Menteri Agama periode 1993-1998 Dr. Tarmizi Taher meninggal dunia pada pukul 04.30 subuh tadi (Selasa, 12/2) di rumahnya, Jalan Merbau 1, Pangkalan Jati Kompleks Angkatan Laut, Jakarta Selatan.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya almarhum. Tapi yang jelas, dia sudah lama menderika sakit. Bahkan sudah pernah operasi syaraf otak di RS Mintoharjo selama sekitar 2 bulan dan di RSCM 3 bulan.


"Selebihnya dirawat di kediamannya sejak setahun lalu," jelas aktivis Center For Moderat Muslim (CMM) Hery Sucipto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Dr. Tarmizi Taher, yang lahir di Padang pada 7 Oktober 1936 dikenal memiliki banyak keahlian. Dari soerang dokter, militer, hingga ulama. Karena, selepas menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Airlangga Surabaya, dia kemudian meniti karir pada TNI AL dan pensiun dengan pangkat Laksamana Muda.

Dia menjabat sebagai Menag, setelah sebelumnya mendapat tugas menduduki kursi Sekjen Departemen Agama Republik Indonesia selama 5 tahun, selepas pensiun dari militer.

Tokoh Muhammadiyah ini juga sempat menjadi Duta Besar untuk Norwegia dan Islandia selepas turun dari kursi menteri. Di masyarakat, Dr. Tarmizi Taher pernah dipercaya menjabat Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia periode 2006 - 2011, mendirikan lembaga Center For Moderat Muslim (CMM) dan membangun kerjasama dengan Malaysia dengan mendirikan Yayasan Dakwah Malaysia Indonesia (YADMI).

Sementara di dunia pendidikan, dia pernah menjadi rektor Universitas Islam Az-zahra di Jakarta periode dan dianugerahi Doktor Honoris Causa di bidang dakwah oleh Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

"Pak Tarmizi Taher salah seorang pejabat di masanya yang konsen terhadap masalah kerukunan umat beragama. Bahkan, beliau terus membina dan mengembangkan kerukunan umat beragama selepas tidak menjadi pejabat, serta mengembangkan pemikiran dan keberagamaan yang moderat. Hal itu antara lain ditunjukkan dengan mendirikan Center for Moderate Moslem (CMM). Pak Tarmizi juga yang mempelopori berdirinya Dana Abadi Umat (DAU)," ujar Herry. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya