Berita

heru lelono

Politik

Istana Bocorkan Draf Sprindik Anas Urbaningrum Rumor Ngawur

SENIN, 11 FEBRUARI 2013 | 23:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Istana membantah telah menyebarkan draf surat perintah penyidikan (Sprindik) Anas Urbaningrum sebagai tersangka dalam kasus korupsi Hambalang.

"Itu rumor ngawur," kata Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi dan Informasi Heru Lelono kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Senin (11/2).

Dia menyarankan untuk menanyakan masalah beredarnya draf Sprindik kepada KPK karena lembaga anti rasuah itu yang kini tengah melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus Hambalang.


Draf Sprindik atas nama Anas tersebar luas Sabtu (9/2) pekan lalu. Dalam Sprindik tersebut tertulis, melakukan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji proyek pembangunan pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah olahraga di Hambalang yang dilakukan oleh tersangka Anas Urbaningrum. Tertulis juga bahwa Anas melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU Nomor 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, staf media Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Imelda Sari, juga membantah telah menyebarkan draf sprindik itu. Imelda mengaku telah menjadi korban disinformasi pihak-pihak tertentu.

Pekan lalu Imelda mendapatkan link berita di akun Twitter-nya dari akun twitter situs berita Metro TV tentang draf sprindik Anas. Karena dianggap menarik, ia me-retweet link berita tersebut.

"Saya hanya me-retweet link berita itu, kenapa saya dituduh menyebarkan," kata dia.

Menurut Imelda, twitter adalah jejaring sosial yang ada di ranah publik. Sehingga, ia menyarankan agar pertanyaan siapa yang membocorkan draf sprindik itu ditanyakan kepada situs berita yang membuat berita.

"Tanyakan kepada media yang membuat. Tanya dapatnya dari mana (draf sprindik)," singkat Imelda. [dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya