Berita

Politik

Anas, Gertak Saja SBY dengan Kemenangan Ajaib Demokrat di Pemilu 2004

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 22:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tidak melengserkan Anas Urbaningrum. Anas masih tetap menjabat ketua umum dan wakil ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. Hanya saja, seluruh kewenangannya sebagai ketua umum telah dicabut oleh SBY.

"Pidato SBY serupa mantera yang merubah Anas menjadi "zombie" di partai, hidup tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Anas ketua umum tapi tidak punya kewenangan apa-apa," ujar Sekjen Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98), Adian Napitupulu, Sabtu (9/2)

Apakah Anas akan melawan sekeras perlawanan yang dilakukan Megawati kepada Soeharto yang melalui Suryadi mengacak-acak Partai Demokrasi Indonesia? Menurut Adian sepertinya tidak. Anas akan diam dan pasrah sambil menunggu waktu yang tepat membalas penistaan yang dialaminya.


"Padahal kalau punya keberanian, dia bisa menggertak SBY dengan bernyanyi soal manipulasi suara pemilu 2004. Sebagai petinggi KPU saat itu, Anas tentu banyak tahu kejanggalan kemenangan "ajaib" SBY dan Demokrat yang baru berdiri seumur jagung," kata Adian.

Melawan SBY atau tidak, Anas yang menentukan. Tapi keputusan dan sikapnya sudah pasti dipengaruhi oleh dukung para loyalisnya yang ada di struktur DPC, DPD dan DPP.

"Ujian loyalitas DPD pro Anas akan terlihat Minggu besok. SBY rencananya akan mengumpulkan 33 DPD di Cikeas yang konon sengaja digelar untuk memastikan tidak ada pembangkangan atas pengambilalihan DPP," demikian Adian.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya