Berita

Politik

Aktivis HMI dan Masyarakat Diimbau Makzulkan SBY

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 01:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pidato Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhyono, yang meminta Anas fokus untuk menghadapi masalah hukum membuat geram para aktivis mahasiswa. Sangat disesalkan, sebagai Presiden, SBY lebih mementingkan partai ketimbang negara. Sangat tidak elok presiden lebih mementingkan partainya.

"Menyikapi perkembangan politik nasional saat ini kami dari menyatakan kecewa atas penyataan SBY itu,"  kata Presedium Komite Aksi untik Reformasi dan Demokrasi (KAMERAD), Haris Pertama, Sabtu (9/2).

Seharunya, lanjut Haris, SBY berkonsentrasi memimpin pemerintahan dengan kabinetnya untuk bekerja keras menyelesaikan amanah dengan baik. Tapi ternyata SBY lebih memikirkan urusan syahwat politik pribadinya di Partai Demokrat.


"Harusnya SBY memikirkan bagaimana nasib rakyat Indonesia, bukan memikirkan Partai Demokrat yang sudah jelas ada pucuk pimpinannya," kata Haris.

Haris yang juga mantan Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Jakarta Timur mengaku kecewa dengan SBY. Bahkan dia mengkritik menteri-menteri KIB jilid 2 yang lebih mementingkan syahwat politiknya untuk mundur dari kabinet.

"Jika SBY lebih mementingkan urusan partai lebih baik dia juga mundur. Atau kami akan bergerak di jalan untuk memakzulkan dia. Satu kata bagi kami, "perlawanan" bagi pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat," ujarnya.

Sungguh sangat ironis, katanya, di tengah kondisi masyarakat yang saat ini tidak baik, tapi SBY malah mementingkan partainya.

"SBY bukan seorang negarawan. Dia hanya boneka politik yang haus kekuasaan. Kami mengimbau teman-teman HMI dan seluruh masyarakat turun ke jalan mengibarkan panji-panji perjuangan," tandasnya. [dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya