Berita

Surat PPRN: Verifikasi Faktual oleh 31 KPUD Tidak Profesional

SELASA, 05 FEBRUARI 2013 | 13:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) memiliki bukti kuat jika Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) tidak melakukan verifikasi faktual secara benar. Dari data yang dimiliki PPRN, ada 31 KPUD kabupaten/kota yang tidak melakukan verifikasi faktual secara profesional.

Hal tersebut tertuang dalam surat permohonan PPRN nomor 03/KSP/BHJ/II/2013 yang dikirimkan kepada Majelis Pemeriksa Badan Pengawas Pemilu (MPBPP). Surat tersebut berisikan kesimpulan atas  permohonan sengketa pemilihan umum nomor 013/SP-2/Bawaslu/I/2013 terkait keputusan KPU nomor 05/Kpts/KPU/2013 tanggal 8 Januari 2013 tentang penetapan  partai politik peserta pemilu umum tahun 2014.

Surat setebal 22 halaman tersebut hari ini, Selasa (5/2), beredar di kalangan wartawan. Dalam surat yang dikirimkan PPRN kepada  Majelis Pemeriksa Badan Pengawas Pemilu dengan rinci menjelaskan ada 31 KPUD kabupaten/kota tidak melakukan verifikasi sebagaimana mestinya.
 

 
Kejanggalan verifikasi faktual tersebut terjadi di Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Indra Giri Hulu, Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sambas, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Buleleng, di Kota Bandung, Kota Depok, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Kepulauan Selayar, dan Kota Jambi,

Dalam surat yang dikirimkan PPRN ke MPBPP tanggal 4 Januari dan ditandatangani kuasa PPRN, Amir Tamba, SH. MH dan  Bonar, SH tertulis juga kejanggalan verifikasi faktual terjadi di Kabupaten Merangin, Kabupaten  Bojonegoro, Kota Batu, Kota Blitar, Kabupaten Magelang, Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kota Semarang, Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Sleman.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya