prabowo subianto/ist
prabowo subianto/ist
RMOL. Kasus korupsi dan inefisiensi anggaran di Indonesia sudah masuk stadium membahayakan dan mengancam kedaulatan bangsa. Negara akan gagal dan tumbang jika tidak segera dilakukan perubahan kebijakan pro rakyat.
"Sejarah mengatakan negara besar seperti Uni Soviet, dan rezim kuat di timur tengah tumbang. Tidak ada uang untuk tentara dan rakyat karena korupsi inefisiensi merajalela di elit," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat menjadi pembicara Dialog Nasional "Kepemimpinan Nasional Menuju Penguatan Kedaulatan Bangsa," yang diselenggarakan oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jawa Barat, Bandung (2/2).
Prabowo mencontohkan informasi yang diperolehnya dari salah satu wakil gubernur terkait dugaan kasus korupsi anggaran yang terjadi dalam APBD-nya periode lalu. Penggunaan anggaran pembelian barang dengan mengambil keuntungan 10 hingga 20 persen diwajarkan dalam hal dagang. Namun, jika sampai ratusan bahkan ribuan persen itu sudah membahayakan. Dia juga mencontohkan adanya anggaran Scanner harga 2 juta yang dianggarkan 270 juta, biaya pembangunan, biaya halte bis sampai 24 miliar dan motor pemadam kebakaran harga 26 juta dianggarkan 260 juta.
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
UPDATE
Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16
Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55
Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45
Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44