Berita

spanduk menghina pks/jpnn

SUAP IMPOR SAPI

Awas, Free Rider Kasus Luthfi Masuk Lewat Bawahan Abraham Samad

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 11:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

PKS tidak mau lagi membesar-besarkan teori konspirasi sebagai sumber "bencana" yang menimpa mereka setelah pengungkapan dugaan suap impor daging sapi oleh KPK.

"Bicara konspirasi ya bicara konteks politiknya. Tapi bicara proses hukumnya kami sangat kooperatif," tegas Wakil Ketua Fraksi PKS di DPR, Sohibul Iman, dalam diskusi Prahara Karena Sapi di Cikini, Jakarta, Sabtu (2/2).

Dia contohkan sikap bekas Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq (LHI), yang ikhlas menerima tindakan hukum dari KPK dan segera mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu, tambah dia, menunjukkan KPK serius pada proses hukum. Dia minta publik dan pengamat melihat keseluruhan gambar kasus.


"Kami tidak tempatkan KPK sebagai bagian konspirasi. Kami katakan KPK harus diperkuat sebagai lembaga yang memberantas korupsi. Tapi KPK yang memiliki berbagai hak istimewa mulai dari penyadapan, punya hak subjektif menahan atau tidak menahan orang, harus hati-hati," pintanya.

Dalam menangani kasus yang menyeret politik, KPK harus penuh kehati-hatian dan punya kesadaran akan ruang.

"Hukum tak berdiri di ruang hampa. Ketika KPK tak gunakan prinsip kehati-hatian, maka ada yang menunggangi itu," tegas dia lagi.

Menurutnya, rentang kendali pimpinan KPK kepada personilnya di bawah adalah masalah yang harus disorot.

"Bisa saja free rider ini masuk tidak lewat pimpinan KPK, tapi ke level penyidik di bawah. Mungkin saja pimpinan KPK di-fait accompli oleh para bawahannya," ucapnya.

Sohibul ingatkan, kalau penanganan kasus tertunggangi oleh para free rider atau bisa diartikan sebagai penunggang kasus yang membuat kesan politis makin kental, maka wibawa KPK akan jatuh. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya