ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Langkah cepat Majelis Syuro Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera menunjuk pengganti Luthfi Hasan Ishaq dinilai kurang tepat. Untuk terhindar dari langkah yang fatal, Dewam Syuro yang dipimpin Hilmi Aminuddin harusnya tidak terburu-buru menunjuk Anis Matta sebagai Presiden PKS yang baru.
"Dewan Syuro harusnya melakukan uji publik dulu, kira-kira siapa pengganti yang dianggap publik lebih clean dan dipercaya. Setelah itu baru diputuskan," ujar peneliti senior dari Lingkar Survey Indonesia (LSI), Toto Izul Fatah kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat malam (1/2).
Hal ini penting dilakukan karena penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan KPK terhadap Luthfi Hasan, yang terlibat suap izin kuota impor daging sapi, telah membuat luka sangat dalam bagi PKS. Terjadi kegelisahan internal yang masif dan demoralisasi kader.
Populer
Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
UPDATE
Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16
Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55
Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45
Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44