Berita

rani/rmol

Politik

KORUPSI DAGING

Tindakan KPK Lepas Teman Perempuan Ahmad Fathanah Dipertanyakan

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 01:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tindakan KPK melepas Maharani yang tertangkap bersama Ahmad Fathanah, perlu dipertanyakan. Pasalnya, wanita muda ini dinilai bagian dari proses pengungkapan kasus suap yang menimpa mantan presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Dengan melepasnya, ada kesan bahwa dia sama sekali tidak terkait sama sekali transaksi suap menyuap terkait izin kuota impor daging sapi.

"Gratifikasi itu kan macam-macam. Ada uang, fasilitas, mobil, bahkan perempuan. Sebagai bagian dari gratifikasi, Maharani harus dimintai keterangan. Jangan-jangan dia terlibat bukan hanya dalam kasus ini, tetapi juga yang lain," ujar Ketua Dewan Syuro Perhimpunan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) 98, Syahganda Nainggolan, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (1/2).


Selain itu, lanjut Syahganda, masyarakat harus diberi pelajaran agar tidak meniru tindakan buruk Maharani. Praktik seperti itu harus dihentikan karena tidak sesuai dengan norma adat dan agama. Semua orang pasti tidak menyetujui tindakan yang dilakukannya.

Karena itu, KPK mestinya bisa mempertimbangkan untuk menahan Maharani. Setidaknya hal ini diperlukan untuk mengorek informasi kemungkinan adanya jaringan gratifikasi perempuan. Dengan begitu, KPK bisa memiliki informasi bila kejadian seperti ini terulang lagi di masa depan.

"Ini adalah kasus kriminal murni. Tidak ada sangkut pautnya dengan isu feminisme dan gender. Justru dengan cara ini harkat dan martabat perempuan bisa kita lindungi," demikian Syahganda.[dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya