Berita

a. bakir ihsan/ist

Politik

Misi Strategis SBY Di Monrovia Tepat

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 01:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Salah satu persoalan krusial di dunia saat ini adalah kemiskinan. Terlebih di tengah ancaman krisis ekonomi global yang tak jarang melahirkan warga dunia miskin baru.

Kemiskinan tidak hanya menyebabkan orang tak bisa menikmati hak-hak kehidupannya secara maksimal, juga menyebabkan munculnya tindak kriminalitas dan kekerasan. Karena itu, perhatian dunia harus diarahkan untuk mengurangi masalah kemiskinan.

Demikian salah satu misi dan agenda strategis yang dibawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam High Level Panel on Post 2015 Development Agenda di Monrovia, Liberia, 1 Februari 2013. Fokus agenda High Level Panel (HLP) of Eminent Person di Liberia kali ini adalah memastikan kerangka kerja sama baru pasca Millennium Development Goals (MDGs) 2015.


Dosen Ilmu Politik FISIP UIN Jakarta, A. Bakir Ihsan mengatakan, bagi Indonesia agenda ini menjadi sangat penting. Selain karena Presiden SBY sebagai co-chair bersama Ellen Johnson Sirleaf (Liberia) dan David Cameron (Inggris) dalam panel yang beranggotakan 27 negara tersebut, juga karena agenda yang dibawa sangat penting bagi kehidupan warga dunia.

"Komitmen yang diperjuangkan Indonesia merupakan agenda yang diharapkan banyak negara," kata Bakir yang ikut hadir dalam HLP ke-3 di Monrovia, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (1/2).

Presiden SBY, dalam hal ini sangat mengerti nafas persoalan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang yang masih bergulat dengan kemiskinan, termasuk Indonesia sendiri. Dengan agenda mengurangi kemiskinan yang dibawa dalam HLP, Indonesia dapat sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

"Selain mendapatkan dukungan dunia internasional, Indonesia juga bisa bersama-sama untuk memastikan masalah kemiskinan di Tanah Air dapat dioptimalkan pemberantasannya," demikian Bakir. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya