Berita

tatang farhanul hakim/ist

Politik

PILGUB JABAR

Tersingkap Jeroan Cawagub Tatang Farhanul Hakim

KAMIS, 31 JANUARI 2013 | 07:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jelang pemilihan yang akan digelar 24 hari lagi, jeroan calon gubenur dan wakil gubenur Jawa Barat kian tersingkap. Calon Wakil Gubernur Tatang Farhanul Hakim, ternyata penganut sekaligus pelaku poligami.

Beredar kabar Tatang bahkan pernah membangun rumah tangga dengan delapan wanita sekaligus. Para wanita yang dinikahi Tatang berasal dan tinggal di sejumlah daerah. Ada yang di Garut, ada juga yang tinggal di Tasikmalaya.

Tatang pernah menjabat bupati Tasikmalaya periode 2001-2006. Dia kemudian kembali mencalonkan pada Pilkada Tasikmalaya untuk periode ke dua berpasangan dengan Hidayat untuk periode 2006-2011. Sebelumnya Tatang tiga kali berturut-turut menjadi anggota DPRD Tasikmalaya, yakni periode 1992-1997, 1997-1999 dan 1999-2001.


Kini istri Tatang bukan lagi delapan. Pria kelahiran 18 Maret 1961 ini sudah mencerakian lima istrinya. Dari pernikahannya dengan istri pertama, Mimi Rohmiati, ia dikarunia tiga orang anak.

Apa tanggapan Tatang soal poligaminya? Redaksi coba menghubungi lewat nomor ponsel milik Tatang. Sayangnya Tatang tidak mengangkat.

Upaya klarifikasi kemudian dilakukan kepada Purba, asisten pribadi Tatang. Dia menanggapi dingin kabar poligami bosnya.

"Saya tidak tahu, itu persoalan pribadi," ucap Purba.

Selain poligami, Tatang yang maju mendampingi calon gubernur dari Partai Golkar, Irianto MS Syaifudin atau yang akrab disapa Kang Yance, pernah dipolisikan oleh Apip Adimansyah, perawat di RSU Tasikmalaya. Gara-garanya, Tatang menampar Apip hanya karena kesalahpahaman. Penamparan terjadi saat anak Tatang, Adi, yang menderita tifus dirawat di rumah sakit tersebut.

Apip menanyakan kepemilikan kartu asuransi kesehatan kepada Tatang. Apip tak tahu Tatang adalah bupati Tasikmalaya. Tanpa diduga Tatang menampar pipi kanan Apip dengan keras.

Gugatan Apip sempat masuk pengadilan. Tapi dalam persidangan pertama, dua kuasa hukumnya, Asep Rohendi dan Asep Darul, tidak menghadiri persidangan dan menyatakan mengundurkan diri. Materi gugatan Apip kemudian dicabut oleh kuasa hukum Apip yang baru, Cepi Supriatna Pamungkas. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya