Di tengah menjamurnya asosiasi perusahaan tenaga kerja, Kemenakertrans menegaskan, hanya mengakui Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) sebagai representasi organisasi perusahaan jasa TKI dalam program penempatan dan perlindungan TKI.
"Ya, pemerintah hanya mengakui Apjati," kata Menekartrans Muhaimin Iskandar seusai melantik pengurus Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) 2012-2016 yang dipimpin Ayub Basalamah di Jakarta, Selasa (22/1).
Dalam kesempatan itu, Menteri meminta program penempatan dan perlindungan TKI dilaksanakan secara profesional karena sebenarnya penempatan tenaga kerja Indonesia sangat potensial mengatasi pengangguran tetapi memiliki image yang sangat jelek saat ini. Prestasi dan capaian yang diraih program penempatan selama ini pupus karena sejumlah kasus yang menimpa TKI.
"Jika, kita buat persentase kasus, kecil sekali, tetapi prestasi dan keberhasilan itu pupus," katanya.
"Jika, kita buat persentase kasus, kecil sekali, tetapi prestasi dan keberhasilan itu pupus," katanya.
Karena itu, Muhaimin berharap Apjati dan pelaku penempatan harus mengubah visi dan cara kerja agar menjadi kekuatan ekonomi yang produktif dengan mengurangi sekecil mungkin risiko kesalahan. "Potensi ekonomi dan peluang kerja yang ditawarkan sangat bagus tetapi karena kesalahan dan sejumlah kasus maka imagenya menjadi jelek," imbuhnya.
Menakertrans pun berharap pelaku penempatan harus mengubah kinerja dan meminimalisir risiko sekecil, sekaligus membuka peluang penempatan satu juta lapangan kerja baru. "Saya berharap pelaku penempatan berkomitmen dan harus siap karena risikonya sangat tinggi, yakni berhadapan dengan kondisi 47 persen pendidikan angkatan kerja yang masih SD dan tidak tamat SD," katanya.
Sementara Dirjen Dirjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Kemenakertrans Reyna Usman mengatakan Kemenakertrans sudah bertemu dengan Kadin terkait dengan representasi perusahaan jasa TKI (PJTKI).
"Apjati merupakan satu-satunya anggota Kadin, maka berdasarkan itu, kita mengakui Apjati sebagai satu-satu organisasi representasi PJTKI di Kemenakertrans," kata Reyna.
Dia juga mengungkapkan, dalam pertemuan dengan Kadin dibahas upaya penciptaan 1 juta lapangan kerja.
"Kita membahas peran Kadin dan daya serap perusahaan untuk penciptaan lapangan kerja baru," pungkasnya.
[fer]