Berita

Jazilul Fawaid

Wawancara

WAWANCARA

Jazilul Fawaid: Pilpres 2014 Krisis Kepemimpinan, Makanya Perlu Dielus Dari Sekarang

MINGGU, 20 JANUARI 2013 | 09:38 WIB

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap bisa melahirkan sebuah keajaiban dengan mengusung capres terpopular.

Salah satu caranya dengan se­banyak mungkin melirik calon yang memiliki minat menjadi pe­mimpin bangsa.

Tokoh yang sudah dilirik, Ke­tua MK Mahfud MD, raja dang­dut  Rhoma Irama, dan Ibu Ne­gara Ani Yudhoyono.

“Kami sedang melirik tokoh yang memiliki popularitas tinggi dan memiliki kesamaan visi mi­si,” kata Wakil Sekjen PKB, Ja­zi­lul Fawaid, kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:


Kalau banyak melirik, apa ti­dak takut dianggap tidak kon­sisten?

PKB sedang melirik sana sini itu kan untuk memperkaya calon-ca­lon pemimpin di 2014. Sebab, kami menilai dalam Pilpres 2014 terjadi krisis kepemimpinan.


Kenapa Anda menilai seperti itu?

Itu kan ada penilaiannya. Ma­ka­­nya, krisis kepemimpinan ini harus diatasi dengan melihat sia­pa-siapa saja yang mau maju dulu.

Krisis kepemimpinan ini akan berbahaya kalau tidak dicari tokoh-tokohnya dari sekarang. Ini akan memperburuk kondisi politik 2014.


Memangnya figur yang ada tidak cukup?

Ya. Bagi PKB, bangsa ini ke­kurangan figur untuk menjadi pe­mimpin atau presiden setelah se­lesainya Pak SBY. Maka tan­tangan bangsa ini ke depan lebih berat.

Itulah sebabnya PKB memper­silakan siapa pun yang minat jadi capres, monggo bersama PKB  me­lakukan diskusi untuk mema­tangkan visi-misi bersama. Kami siap memfasilitasi itu.


Apa tokoh yang dielus itu tidak kecewa dengan PKB nan­tinya?

Tidak. Kita kan sudah buat me­kanismenya. Kader-kader di wi­layah-wilayah atau cabang PKB juga bisa memberikan suara kepada siapa yang dikehendaki nanti.

Sekarang ini belum sampai ke sana, kan masih berproses. Se­bab, sekarang masih fokus pen­calegan.


Partai lain sudah ada tetap­kan capresnya, kenapa PKB masih mengelus?

Partai lain memang sudah ada yang memutuskan capresnya. Tapi PKB belum memutuskan, ka­rena kami kan memilih calon yang terbaik dari yang baik.


Partai lain sudah ada tetap­kan capresnya, kenapa PKB masih mengelus?

Partai lain memang sudah ada yang memutuskan capresnya. Tapi PKB belum memutuskan, ka­rena kami kan memilih calon yang terbaik dari yang baik.


Figur dari PKB bagaimana?

Ketum PKB, Sekjen dan lain-lain tentu ada persiapan-persia­pan menuju ke sana.

PKB sudah melakukan be­berapa langkah penguatan figur untuk mem­per­siapkan mereka menuju sana juga.


Barangkali PKB krisis fi­gur, sehingga mengelus to­koh luar?

Saya rasa tidak begitu. Justru seperti yang saya bilang tadi, ka­mi punya banyak figur yang punya pengalaman.

Mungkin ada tokoh-tokoh yang punya kualitas tapi popu­laritasnya belum baik, maka kami genjot ketokohan kader itu.

      

Bagaimana mekanismenya?

Kurang lebih sama dengan par­tai lain. Tapi yang jelas tentunya siapa yang mau jadi capres akan di­bandingkan dengan kader de­ngan tingkat pengalaman dan kualitas yang sama.

 Sebab, ke depan popularitas capres cukup berperan, karena sis­tem Pilpres kita pemilihan lang­sung. Tapi kalau hanya ke­depan­kan populer saja, takut akan salah jalan. Banyak tokoh-tokoh yang bagus punya kemauan mem­per­baiki bangsa dan negara ini. Tapi mereka di luar jalur politik seperti Rhoma Irama.


Berarti PKB majukan kader sendiri?

Mungkin saja. Kan Undang-Un­dang Pilpres masih dibahas. Ka­lau nuansanya membuka se­mua orang untuk berkesempatan mencalonkan diri sebagai presi­den. Maka 10 partai pemilu yang lolos itu dapat kesempatan meng­ajukan calon dari kadernya. PKB bisa secara pasti mencalonkan dari kader sendiri.

Tapi kalau dilihat idenya sih, arahnya ingin lebih merekatkan koalisi yang lebih kuat. Maka tentunya kami harus buat koalisi pemerintahan yang kokoh.


Kalau memungkin mengaju­kan kader sendiri, siapa yang dijagokan?

Ada kok. Partai sedang siap­kan. Tapi sekali lagi, kami juga melirik ke sana-sini.


Apa ini pertanda PKB ke­bingu­ngan?

Ini bukan kebingungan men­cari capres. PKB justru ingin menguji calon-calon yang mem­punyai keinginan maju menjadi capres. Ini demi mencari pemim­pin terbaik. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya