Berita

Jeirry Sumampow/ist

Politik

Tepi Indonesia: Masa Kampanye Sudah Berjalan, Belum Ada Aturan Iklan di Media Massa

MINGGU, 13 JANUARI 2013 | 14:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sesuai dengan UU 8/2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, masa kampanye berlangsung tiga hari setelah penetapan parpol peserta Pemilu.

Dan sesuai dengan Peraturan KPU 15/2012 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilu, diatur bahwa kampanye dimulai sejak 11 Januari 2013 sampai 5 April 2014. Sehingga, saat ini tahapan Pemilu 2014 sedang memasuki masa kampanye.

Dalam tahapan ini, parpol boleh melakukan kampanye melalui pertemuan terbatas, tatap muka, penyebaran bahan kampanye dan pemasangan alat peraga.


Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow, menjelaskan, masa kampanye untuk pemilu sekarang berlangsung lebih panjang dan di dalamnya nanti akan ada 21 hari masa kampanye khusus untuk partai bertatap muka secara langsung dengan rakyat.

Salah satu tujuan dibuatnya masa kampanye yang lebih panjang adalah agar parpol bisa lebih leluasa mensosialisasikan programnya kepada masyarakat. Juga agar parpol bisa melaksanakan pendidikan politik kepada masyarakat.

Namun, Jeirry menyayangkan, sampai saat ini Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia bersama KPU belum membuat aturan tentang kampanye dan iklan di media massa. Padahal, saat ini iklan parpol di media massa sudah banyak terpantau. Selain itu, kampanye dan iklan di media berpotensi melanggar sebab ada beberapa media yang secara langsung sudah berafiliasi dengan parpol tertentu.

"Sanksi tentang kampanye dan iklan di media massa diatur nanti dalam peraturan tersebut, bukan dalam peraturan tentang kampanye. Untuk itu, kami mendesak Dewan Pers, KPI bersama KPU segera mengeluarkan aturan tentang kampanye dan iklan di media massa," ujar Jeirry dalam siaran pers Tepi, yang diterima Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 13/1).

Tepi Indonesia juga mengharapkan agar peraturan tentang kampanye dan iklan di media massa tak sekedar mengatur soal teknis dan materi saja, tapi juga mendorong agar setiap partai memperhatikan aspek edukatif dalam materi kampanye di media massa tersebut.

Jeirry meminta parpol melaksanakan kampanye secara baik, jujur dan bertanggung jawab. Tak boleh diskriminatif terhadap parpol lain serta mengedepankan program yang lebih konkret kepada rakyat. Tidak sekedar janji-janji kosong dan upaya pencitraan.

Dia mengatakan, kampanye yang akan dilakukan parpol juga sebaiknya didesain tidak cuma sebagai media infomatif tapi lebih kepada media edukasi untuk pencerdasan publik.

"Kami meminta KPU agar menjadi penyelenggara yang adil dan tak memihak kepada parpol tertentu dalam menjadi wasit dalam proses kampanye ini," tutup Jeirry.[ian]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya