Berita

Anwar Ibrahim

Wawancara

Anwar Ibrahim, Habibie Mendukung Saya, Penguasa Malaysia Takut

SABTU, 12 JANUARI 2013 | 09:03 WIB

“Tidak ada pengaruhnya walau ditulis saya dan Pak Habibie itu tidak sama. Hubungan kami tetap seperti saudara,’’ ujar Anwar Ibrahim kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Kamis (10/1).

Seperti diketahui, bekas Menteri Penerangan Malaysia, Zainudin Maidin berbalik memuji Habibie lewat tulisannya.

Zainudin menulis tajuk rencana di koran Utusan Malaysia dengan judul; Yang Tidak Sama Antara Habibie Dengan Anwar. Tajuk ini diterbitkan Selasa, 8 Januari 2013.

Ini berbeda dengan tulisan sebelumnya yang menyebutkan Habibie dan Anwar Ibrahim sebagai the dog of imperialism.

Anwar Ibrahim selanjutnya mengatakan, tulisan yang membedakan dirinya dengan Habibie itu tidak akan mampu merenggangkan hubungannya dengan Habibie.

“Hubungan kekeluargaan dengan Pak Habibie sudah terjalin dari dulu. Saat saya dirawat di Muchen, Jerman, Pak Habibie dan Bu Ainun ikut menjaga saya sebagai keluarga,’’ papar Ketua Umum Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa yang Anda lihat dari berbaliknya komentar Zainudin itu?

Mungkin itu menunjukkan UMNO, penguasa Malaysia, merasa takut karena hubungan kami semakin dekat.

Apalagi Pak Habibie datang ke acara kami di Malaysia. Tapi tidak diberi ruang untuk menjawab mengenai kedatangannya oleh media UMNO. Mereka masih takut kalau Habibie datang ke saya. Dulu juga Gus Dur datang ke rumah saya untuk berikan dukungan.

Sebenarnya apa tujuan Habibie menemui Anda waktu itu?

Pak Habibie tidak ikut campur urusan negara, apalagi urusan politik dalam negeri Malaysia.

Barangkali itu dianggap dukungan?

Katakanlah jika Habibie mendukung, toh tidak masalah juga kan. Makanya kehadiran Habibie saat itu tidak diberi liputan sama sekali oleh media Malaysia.

Ini salah. Itu menunjukkan bahwa UMNO terlalu fobia terhadap kami partai oposisi. Mungkin komentar itu dengan maksud mau menyerang saya tapi salah serangan. Jadi sekarang ini jangan diurus lah.

Apakah Anda memanfaatkan kedatangan Habibie saat ke Malaysia?

Sekali lagi saya sampaikan, Pak Habibie tidak bicara masalah kampanye. Kami undang beliau sudah lama, itu juga ditunda beberapa kali.

Apakah saat itu Anda disebut sebagai pengkhianat bangsa?

Tentu tidak. Yang menjadi masalah adalah pernyataan yang biadab, menyerang Habibie, Gus Dur dan Amien Rais itu disiarkan oleh media UMNO.

Seharusnya media UMNO harus memohon maaf. Karena arogansi dan keangkuhan mereka sehingga tidak melakukan itu. Padahal komentar itu tidak mewakili pendapat masyarakat Malaysia.

Saya contohkan, waktu Gus Dur datang ke Malaysia dalam rapat partai saya, responsnya ramai. Begitu juga saat Habibie baru-baru ini datang ke Penang dan Selangor juga sama.

Apa yang disampaikan Habibie dalam acara yang Anda buat itu?

Kedatangan Habibie pada waktu itu, sebagai tokoh besar Indonesia yang sangat dihargai dan dicintai bangsanya. Beliau juga seorang ilmuwan yang dihormati.

Saya pikir beliau harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalamannya mengenai demokrasi dan pesawat, tradisi ilmu, dan lainnya kepada kami negara tetangga.

Apalagi beliau juga adalah sahabat saya. Hubungan kami cukup dekat dan seperti keluarga saya.

Saat saya dirawat di Muchen, Jerman, Habibie dan Ainun ikut menjaga saya sebagai keluarga. Jadi tidak ada salahnya saya undang Pak Habibie.

Najib Razak (PM Malaysia) saja mengundang puluhan presiden dalam satu tahun ini, termasuk SBY, ini tidak ada masalah. Lalu apa masalahnya kalau saya mengundang Habibie sebagai mantan Presiden Indonesia. Kalau dilarang, itu tandanya ada ketakutan pimpinan UMNO atas upaya oposisi.

Bekas Deputi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengaku hubungannya semakin akrab dengan BJ Habibie.

Apa yang ditakutkan?

Ya, saya melihatnya seolahalah dengan datangnya Habibie dalam acara saya itu semua upaya dan strategi pemerintah atau UMNO akan runtuh.

Apakah kunjungan Anda ke Indonesia untuk mencari dukungan?Saya banyak sahabat di Indonesia. Kalau mereka mau berikan dukungan, tidak apa juga kan, hahaha.

Lagipula ke mana saja saya pergi, selalu banyak sahabat dan diwawancarai banyak media, di Amerika, India, Thailand.

Apalagi di Indonesia, saya selalu diserbu media. Hanya di Malaysia saja saya tidak diwawancarai.

Saya cukup bangga terhadap media di Indonesia. Sebab, kematangannya sudah meningkat. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya