Berita

Politik

GMKN: Jangan Beri Izin Aktivis Greenpeace Masuk Indonesia

KAMIS, 10 JANUARI 2013 | 15:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara (GMNK) menolak keras rencana kedatangan aktivis Greenpeace Suzanne Kroger dari kantor pusat Greenpeace di Belanda ke Indonesia. GMNK yang baru saja dideklarasikan sejumlah tokoh nasional curiga Suzanne membawa kepentingan asing dan kedatangannya ke Indonesia hanya mengumpulkan data untuk melakukan kampanye hitam terhadap produk berbasis kehutanan Indonesia di luar negeri.

"Pemerintah harus tegas. Kepentingan nasional, kedaulatan negara, dan kedaulatan wilayah harus diutamakan. Tidak perlu dikasih izin apalagi sudah pernah ada yang dideportasi sebelumnya," kata Fuad Bawazier, salah satu pendiri GMKN kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/1).

Sebelumnya, salah satu aktivis Greenpeace dari Eropa pernah ditangkap dan dideportasi pihak Imigrasi Indonesia, medio Oktober 2011. Kepala Bagian Humas dan Tata Usaha Ditjen Imigrasi, Maryoto Sumadi, mengatakan sebelum ditangkap petugas Imigrasi di Halim Perdanakusuma, aktivis tersebut seminggu sebelumnya sempat melakukan perjalanan ke Jambi menggunakan pesawat sewa. Ia diduga melakukan pemotretan hutan Indonesia tanpa izin pemerintah.


Menurut Fuad, bebasnya perusahaan asing melakukan investasi dengan segala kenyamanannya, membuktikan rontoknya wibawa pemerintah.

"Masalahnya di pemerintahan masih banyak antek-antek asing. Perusahaan asing yang jelas-jelas merusak lingkungan justru dibiarkan. Contohnya Freeport. Siapa bilang tidak merusak lingkungan? Tapi pemerintah dan Greenpeace justru diam. Ini ada apa?" ujar Fuad mempertanyakan.

Karena itu, Fuad  menilai, sudah saatnya pemerintah menunjukkan sikap kemandirian dengan menolak intervensi asing dan bertindak sebagai negara berdaulat.

"Kedaulatan itu mutlak agar asing tak seenaknya mengatur kita. Dan saya salah satu dari sekian banyak yang menolak Greenpeace. Mereka ada di Indonesia karena  ada begundal-begundal di pemerintah yang menjadi antek-antek asing," tukasnya.

Fuad berharap, pihak imigrasi serius memasukkan daftar hitam terhadap siapapun yang dinilai merugikan Indonesia.

"Jangan sampai kecolongan lagi. Ini masalah kedaulatan negara. Tidak boleh main-main," katanya.

Kampanye hitam terhadap produk berbasis kehutanan Indonesia yang dilakukan Greenpeace di luar negeri membuat sejumlah produk berbasis kehutanan Indonesia diboikot di luar negeri dan  mengakibatkan menurunnya devisa negara. Data terakhir, kampanye hitam Greenpeace dan campur tangan asing yang berbuntut pada pemberlakukan moratorium juga mengakibatkan ekspansi lahan sawit menurun hingga 50 persen selama 2012. Bahkan, sebanyak 120 ribu orang dipastikan kehilangan kesempatan kerja.

"Ekspansi lahan sawit tidak menggembirakan, hanya 220 ribu hektar tahun 2012 lalu dari biasanya 600 ribu hektar per tahun," keluh Joko Supriyono, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), belum lama ini. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya