India dan Pakistan
India dan Pakistan
Militer India menuding PaÂkisÂtan telah membunuh dua paÂsukan mereka dengan keji. “KaÂmi meÂnemukan satu pasukan kaÂmi diÂmutilasi dan dibiarkan saja di hutan India,†ujar juru bicara Pasukan Komando India di wiÂlaÂyah utara, Rajesh K Kalia.
Kalia menyebutkan bahwa paÂsukan Pakistan masuk ke wilaÂyah milik India dan menyerang. “Mereka masuk sejauh 500 meter ke wilayah India. Mereka sangat provokatif. Kami akan meÂnyamÂpaikan protes kami atas perlakuan tidak manusiawi terÂhadap salah satu pasukan kami,†tegas Kalia.
Otoritas militer Pakistan di Islamabad membantah telah melakukan penyerangan proÂvoÂkatif ke wilayah India. “Itu hanya bentuk tudingan India sekaligus propaganda untuk mengalihkan perhatian dunia dari serangan di sebuah pos militer Pakistan di Kashmir, Minggu pada 6 JaÂnuari,†jelas salah satu sumber militer Pakistan.
Jasad kedua tentara tersebut telah dibawa ke rumah sakit militer di Rajouri, India bagian utara, untuk diotopsi post-morÂtem. “Militer Pakistan benar-beÂnar sangat provokatif. Cara meÂreka memperlakukan jasad tenÂtara, apalagi tentara India, sangat tidak manusiawi,†kata Menteri Pertahanan India, A.K Antony kepada wartawan setempat.
Pertikaian kedua negara terÂsebut terkait dengan sengketa wilayah Kashmir yang berada di kawasan pegunungan Himalaya. Kini, wilayah Kashmir secara tidak langsung terbagi menjadi dua, yakni yang berada di bawah kedaulatan India dan yang berada di bawah kedaulatan Pakistan. Gencatan senjata sempat dilaÂkuÂkan pada 2003, namun perlahan-lahan kesepakatan itu diÂlangÂgar kedua pihak hingga saat ini.
Kedua negara yang memiliki kekuatan nuklir itu sudah pernah tiga kali berperang sejak 1947. Hubungan antara kedua negara yang memiliki senjata nuklir itu secara perlahan membaik dalam lima tahun belakangan, setelah serangkaian dialog mereka pasca-sejumlah serangan pada 2008 di Mumbai, yang dituduhkan India dilakuan dilakukan oleh para gerilyawan yang berpusat di Pakistan.
Munculnya korban jiwa dalam konflik terbaru itu dapat meruÂsak sejumlah upaya yang telah dilaÂkukan kedua pihak untuk memÂbangun kepercayaan baru baru ini. Misalnya pembukaan huÂbuÂngan perdagangan dan menaÂwarÂkan peraturan visa yang lunak seÂbagai hasil dalam peÂrundingan yang berlangsung beÂlum lama ini anÂtara para peÂmimpin politik senior dari kedua negara. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Senin, 12 Januari 2026 | 14:15
Senin, 12 Januari 2026 | 14:10
Senin, 12 Januari 2026 | 14:08
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 14:03
Senin, 12 Januari 2026 | 13:52
Senin, 12 Januari 2026 | 13:40
Senin, 12 Januari 2026 | 13:12
Senin, 12 Januari 2026 | 13:10
Senin, 12 Januari 2026 | 13:04