Berita

Politik

Partai Nasdem Benar-benar Jadi Alternatif Pilihan

SELASA, 08 JANUARI 2013 | 19:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Nadem satu-satunya partai baru yang lolos verifikasi faktual dan akan bertarung dengan sembilan partai lama di Pemilu 2014. Di tengah kekecewaan publik terhadap partai lama, Partai Nasdem jadi pilihan alternatif. Selain dipersepsikan gagal mengakomodasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat, partai-partai lama juga dipersepsikan terlibat korupsi.

"Kalau orang kecewa dengan barang lama, maka akan beralih ke yang baru. Ini hukum psikologi. Sekalipun belum tentu ok, Partai Nasdem barang baru, belum kelihatan belangnya, jadi wajar bila jadi partai alternatif," kata pakar psikologi politik Prof. Hamdi Muluk kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (8/1).

Memang hanya segelintir kader dari partai-partai lama yang kesandung kasus korupsi. Tapi publik tetap mempersepsikan partainya yang korup. Publik mengasosiasikan tindakan individu kader ke partai tempatnya bernaung.


"Yang ada di masyarakat itu persepsi partai, bukan individu. Ramai diberitakan kan asal partainya," katanya.

Persepsi buruk publik terhadap partai lama bukan hanya muncul karena adanya kader-kader partai tersebut yang ditahan penegak hukum. Tapi juga karena informasi-informasi yang dipublikasi soal korupsi oleh lembaga-lembaga negara. PPATK misalnya menyebut dari penelusuran yang mereka lakukan disimpulkan bahwa semua partai politik yang ada di Senayan terlibat permainan anggaran. Sebelumnya Sekretaris Kabinet Dipo Alam menyampaikan hal yang sama.

"Kondisi ini sangat menguntungkan bagi partai Nasdem. Tapi masalahnya, bisa tidak Partai Nasdem mengoptimalkan momentum ini," tuturnya.

Persepsi buruk terhadap partai lama, saran Hamdi, harus dijawab sebaliknya oleh Partai Nasdem. Agar dipilih rakyat, Partai Nasdem harus mencitrakan diri sebagai partai bersih, diisi figur-figur yang berkualitas dan bermutu, serta bisa mewujudkan harapan rakyat.

"Partai Nasdem harus bisa memanfaatkan psikologis buruknya citra masyarakat terhadap partai-partai lama. Selama ini dilakukan, Partai Nasdem bisa mendulang sukses di Pemilu nanti,"

Terkait adanya faksi-faksi di tubuh Partai Nasdem tentang wacana perlu tidaknya perombakan kepengurusan, Hamdi menilai hal itu bukan halangan yang berarti selama bisa dikelola dengan baik dan bisa diminalisasi eskalasinya ke publik.

"Jangankan partai baru, partai lama juga ada gontok-gontokan. Itu gejala umum, yang penting tidak kelihatan dan tidak terbaca di luar," jelasnya.
 
Tapi tentu akan lebih bagus lagi di sisa waktu yang ada, partai Nasdem betul-betul fokus dengan penguatan jaringan partai di tingkat grassroot dan tidak menyibukkan diri dengan perpecahan. Pengurus yang ada tentunya sulit bekerja melebarkan dan menguatkan jaringan kalau konsentrasi kerja mereka terus diganggu.

"Soliditas tetap penting diperhatikan. Gagal mengelola perbedaan akan merugikan bagi partai. Sebaiknya partai Nasdem menjaga soliditas," demikian Hamdi. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya