Berita

jeirry sumampow

Politik

Jeirry Sumpampow: Tetap Mungkin Ada Permainan di Kabupaten/Kota

SENIN, 07 JANUARI 2013 | 10:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi), Jeirry Sumampow, mengatakan, hasil kajian lembaganya yang mengatakan hanya 10 parpol peserta pemilu 2014, merupakan alat kontrol kepada KPU.

Parpol yang merasa harusnya lolos dari verifikasi faktual KPU, sebaiknya menyiapkan data akurat untuk gugatan.

"Saya mengatakan ini salah satu saja alat kontrol, tapi ini sudah sangat pasti hanya ada 10 parpol. KPU pusat hanya tinggal merekap hasil provinsi dan itu tak begitu sulit. Hampir tak ada data baru yang bisa muncul kecuali ada kesalahan," kata Jeirry kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (7/1).


Kesalahan itu tetap terbuka, tapi dia melihat agak sulit bila kesalahan terjadi di tingkat provinsi. Kalaupun ada persoalan, pasti terjadinya di kabupaten/kota. Data yang dikompilasi pihaknya dari berbagai sumber itu adalah hasil yang belum menyimpulkan bahwa verifikasi tidak mengalami persoalan.

"Adanya permainan itu kemungkinan besar di tingkat kabupaten/kota. Nah, permainan itu harus dibuktikan parpol. Kami tak punya data mengungkap itu," tegasnya.

Kesempatan parpol yang tak lolos untuk menggugat sangat terbuka. Maka saran dia kepada parpol yang divonis tidak lolos, jika mau menggugat hasil verifikasi faktual itu harus berikan data yang rinci, kemudian dari situ bisa dikoreksi di mana kesalahannya.

"Partai itu tidak boleh protes berdasarkan asumsi. Boleh saja dia protes kinerja KPU yang tak profesional, tapi harus dia buktikan dalam hal apa," ucapnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya