Berita

PT Tata Motor Indonesia (TMI)

Otomotif

Tata Motors Siap Luncurkan Tiga Mobil Niaga Di Indonesia

Diklaim Irit Bahan Bakar & Ramah Lingkungan
SABTU, 05 JANUARI 2013 | 08:16 WIB

.Produsen mobil asal India, PT Tata Motor Indonesia (TMI), akan meluncurkan tiga kendaraan niaga yang diklaim irit bahan bakar dan ramah lingkungan tahun ini. Tiga jenis monil itu adalah Tata Super Ace, Tata Ace Ex dan Tata Xenon RX.

PRESIDEN Direktur TMI Bis­wa­dev Sengupta mengatakan, pihaknya semakin terpacu me­la­kukan ekspansi bisnisnya di In­donesia, setelah melihat per­tum­buhan ekonominya yang cemer­lang pada tahun lalu.

“Prospeknya ke depan akan se­makin baik. Kami sangat ber­has­rat untuk berkontribusi dan men­jadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Se­ngupta di Jakarta, Kamis (3/13).

Dalam memulai bisnisnya, Ta­ta akan mengeluarkan be­be­rapa kendaraan komersial dengan teknologi compressed natural gas (CNG), yakni Tata Super Ace, Tata Ace Ex dan Tata Xenon RX.

“Kendaraan niaga ini akan kami luncurkan pada semester kedua tahun ini. Kami juga akan melengkapi infrastruktur dan pe­layanan bagi konsumen Indo­nesia,” ungkapnya.

Hasil risetnya menun­jukkan, terdapat peluang besar ba­gi pe­rusahaannya untuk terjun ke pa­sar kendaraan niaga di Indo­ne­sia. Sampai saat ini, Tata meng­­klaim telah memiliki ken­daraan komersial yang ber­kua­litas de­ngan harga ter­jangkau.

“Kendaraan komersial sedang dibutuhkan sejumlah industri, mengingat kekuatan eko­no­mi Indonesia sedang tumbuh. Pro­duk kendaraan komer­sial Tata telah teruji di India dan di ne­gara-negara berkembang se­perti In­donesia,” paparnya.

Sementara di segmen ken­da­raan komersial berukuran kecil dan mini pick-up di Indonesia, te­lah berkembang pesat sebanyak 50 persen dari total pasar. Angka ini menjadi tantangan tersendiri bagi Tata untuk menjawab ke­butuhan masyarakat Indonesia, khususnya bagi kendaraan bagi Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sampai saat ini, Tata telah me­miliki sejumlah produk ken­da­raan komersial, mulai dari 0.5 Ton Mini-Trucks hingga 49 ton Heavy Trucks yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, un­tuk mendukung perkemba­ngan eko­nominya.

Selain itu, kata Sengupta, ter­dapat berbagai macam solusi transportasi umum yang dita­war­kan Tata, mulai dari kendaraan ber­kapasitas tiga orang hingga bus berkapasitas 70 orang.

“Tata Motors memiliki varian kendaraan untuk setiap aktivitas komersial dan dapat membantu menyediakan solusi terbaik bagi para penggunanya,” katanya.

Pihaknya optimistis, dengan mengusung tema Smart Solu­tions for Mobility Needs (Solusi Cerdas untuk Kebutuhan Mobi­litas An­da), Tata mampu menjadi peru­sahaan yang memberikan solusi bagi konsumen dalam meng­hadirkan kendaraan yang ramah lingkungan.

“Kami semakin optimis, saat calon konsumen Indonesia me­nyambut secara antusias keha­diran jajaran kendaraan ko­mer­sial Tata di ajang Indonesia In­ternational Motor Show (IIMS) 2012,” tuturnya.

Pada IIMS 2012, Tata mema­merkan sejumlah kendaraan ko­mersialnya, antara lain Tata Xe­non pick-up (Dual Cab), Tata Ace EX, Tata Super Ace dan Tata LPK 2528 Prima Tipper, sebuah truk dengan standar kualitas dunia.

Tata Motors, lanjut Sengupta, berkomitmen menghadirkan so­lusi kendaraan komersial yang ra­mah lingkungan dengan ja­jaran kendaraan CNG Tata Mo­tors. Teknologi CNG pun di­klaim mampu berkontribusi dalam me­ngurangi emisi gas rumah kaca.

“Kendaraan komersial Tata telah menggunakan teknologi CNG, yaitu Tata Ace CNG, Tata Xenon CNG, Tata Magic dan Tata LPO 1623 CNG RE LE CNG Bus,” urainya.

Seluruh perangkat CNG pada kendaraan Tata merupakan se­buah sistem yang dibuat, di­kem­­bangkan dan diuji lang­sung secara in-house oleh enjiner Tata Mo­tors. Instalasinya dilaku­kan langsung di pabrik Tata Mo­tors, sehingga lebih presisi, ber­kualitas tinggi, dan menjamin keamanan dan kenyamanan peng­gunanya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Muktamar NU Turut Gerakan Ekonomi Masyarakat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:22

Puan Anggap Santai Ocehan Budi Arie soal Percepatan Pemilu

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:11

Ada Angka Favorit Prabowo di Balik Muktamar NU

Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:09

Bisnis Makin Kompleks, Profesi PPGA Disiapkan untuk Kelola Risiko Kebijakan dan Politik

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

Prabowo Tiba di Lokasi Muktamar ke-35 NU, Disambut Rais 'Aam hingga Gus Yahya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:58

LKPP 2025 Kembali Raih WTP ke-10 Sejak 2016, Ini Catatan Purbaya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:54

Menkop Ingin Koperasi dan Pariwisata Kerek Ekonomi Daerah

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

IPW Minta Dugaan Penipuan Rp58,5 Miliar Libatkan Perwira Polri Diuji Profesional

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:51

KPK Panggil Mantan Pj Bupati Muara Enim Hingga Petinggi Swasta di Kasus Suap Edison

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:46

Jangan Sampai UU Perampasan Aset Buka Celah Penyalahgunaan Wewenang

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:43

Selengkapnya