Berita

Politik

Dr. Surono: Ulah Manusia Kecil Pengaruhi Pemanasan Global

KAMIS, 03 JANUARI 2013 | 22:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemanasan global dipicu akibat ulah manusia dan tidak ada penyebab lainnya. Benarkah begitu? Ternyata tidak juga. Ulah manusia justru kecil pengaruhnya terhadap pemanasan global.

"Pemanasan global betul-betul ditentukan peran alam. Peran manusia hanya sebagai unsur "imbuhan" yang kecil sekali pengaruhnya," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Dr. Surono, Kamis (3/1).

Surono menuturkan pemanasan global adalah siklus alam yang mengacu pada "siklus Milan Kovic", yang dipahami sebagai alam terpendek dalam skala umur geologi yang mencerminkan posisi bumi terhadap matahari. Kata dia, yang dapat merubah iklim yang bersifat jangka pendek tadi adalah letusan gunungapi. Dengan letusan gunungapi, sinar matahari terhalang aerosol sehingga tidak ada tumbuhan yang bisa tumbuh.

Itulah yang terjadi dalam peristiwa meletusnya Tambora 1815, atau di Eropa dengan "year with out summer", paceklik hebat, yang dampak nyatanya Napoleon kalah perang dan lahirnya buku Frankestain.

Apakah permukaan air laut memicu letusan gunungapi, misalnya meletusnya Gunung Tambora tahun 1815 atau Krakataau pada tahun 1883? kata Surono, sulit dipastikan jawabannya.

Dari catatan yang ada, katanya, letusan-letusan gunungapi di Indonesia dari sisi kuantitas tidak berubah bahkan lebih besar jaman dahulu. Jadi, apakah benar perubahan permukaaan air laut bisa memicu banyaknya letusan gunungapi perlu diteliti lebih rinci dengan cara mengkorelasikannya dengan proses tektonik yang terjadi.

"Saat ini tampak bahwa dalam pengaruh pemanasan global tidak ditemukan pola perubahan ekstrim curah hujan, sehingga memicu longsor misalnya yang terjadi sepanjang tahun di Indonesia," imbuhnya.

Jika hal itu membuat proses tektonik tidak berubah, atau tidak ada aktivitas tektonik yang ekstrim, kata dia, maka patut dicurigai bahwa peningkatan permukaan air laut dapat memicu jumlah letusan gunungapi.

"Namun bila ada aktivitas tektonik yang ekstrim, dimana sering terjadi gempabumi besar dan menyebabkan deformasi secara meluas dibarengi dengan peningkatan permukaan air laut, kemudian diikuti banyak letusan gunungapi, maka saya akan percaya bahwa banyaknya letusan gunungapi dipicu oleh aktivitas tektonik ekstrim," demikian Mbah Rono, panggilan Surono.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya