Berita

ilustrasi/ist

On The Spot

50 Polwan Kayuh Sepeda Di Malam Tahun Baru

Susuri Jalur Car Free Night Sejauh 7 Kilometer
SELASA, 01 JANUARI 2013 | 09:02 WIB

.Yuni tertawa riang sambil mengayuh sepedanya di lapangan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya Jalan Gatot Subroto Nomor 2, Jakarta Selatan kemarin sore. Ia mengenakan helm separuh kepala, khas pesepeda.

Koordinator Sepeda Kayuh Polda Metro ini lalu memberikan perintah kepada anak buahnya untuk segera menaiki sepedanya masing-masing. “Kami siap-siap untuk turun di Bundaran Senayan,” kata polisi wanita (polwan) berpangkat Komisaris ini.

Untuk menyukseskan program car free night yang pertama kali digelar sekaligus merayakan pergantian tahun, Polda Metro Jaya menurunkan ribuan personelnya.

Di antara personel yang diturunkan yakni polisi bersepatu roda, polwan bersepeda dan yang mengendarai motor gede (moge).

Senin siang (31/12) puluhan ribu aparat gabungan dari kepolisian, TNI, pemadam kebakaran (damkar) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar apel siaga terakhir pengamanan malam tahun baru di lapangan Polda Metro Jaya.

Di antara polisi yang mengikuti apel itu terdapat beberapa polwan yang menggunakan sepeda berbagai model.

Ada yang berukuran besar jenis sepeda gunung. Ada pula yang berukuran kecil dan bisa dilipat (seli).

Semua polwan pengayuh sepeda yang telah berumur di atas 40 tahun ini dilengkapi dengan berbagai peralatan wajib. Yakni helm yang hanya menutup kepala bagian atas dan rompi yang bertuliskan polisi.

Di barisan belakang, berjejer moge Korps Motor Besar Polwan Metro Jaya. Motor Harley Davidson buatan Amerika diparkir berjejer. Beberapa polwan terlihat mengecek kondisi motor yang memiliki silinder 1.300 cc itu sebelum dipakai.

Yuni mengatakan, korps polwan pengayuh sepeda dibentuk sejak 2007. Korps ini berada di bawah Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya. Korps ini beranggotakan 50 polwan.

Menurut dia, korps sepeda kayuh kerap diturunkan dalam kegiatan pengamanan car free day di Jakarta. Namun untuk kegiatan itu hanya dikerahkan setengah anggota korps. “Jumlahnya hanya 25 sepeda,” kata Yuni.

Untuk pengamanan malam pergantian tahun, diturunkan kekuatan penuh: 50 polwan pesepeda.

Sebab, kegiatan ini baru kali ini digelar. Selain itu, jumlah masyarakat yang mengikuti car free night juga diperkirakan membludak. “Kalau tahun lalu kan belum ada, jadi kita tidak bisa turun,” katanya.

Perempuan berusia 46 tahun ini mengatakan, korps ini memiliki beberapa keunggulan. Dengan sepeda, lebih mudah menjangkau massa ketimbang dengan kendaraan bermotor.

“Bila ada warga minta pertolongan, kami langsung turun tangan, dan sepeda tinggal dilipat dan ditinggal di tempat yang aman,” katanya.

Tidak hanya itu, warga juga tidak segan meminta bantuan kepada polwan yang menggunakan sepeda kayuh. “Biasanya warga lebih akrab dengan kami karena didominasi ibu-ibu,” katanya.

Korps sepeda ini mulai turun ke Bundaran Senayan sejak pukul 4 sore. Mereka akan berjaga sampai pukul 2 dini hari atau hingga berakhirnya car free night. “Kami akan mengayuh sepeda hingga Monas,” katanya.

Jarak Bundaran Senayan sampai Monas sejauh tujuh kilometer.

Semua polwan anggota korps sepeda sudah terbiasa mengayuh sejauh itu. Sebab, setiap akhir pekan mereka ikut membantu pengamanan car free day di sepanjang Jalan MH Thamrin sampai Jalan Jenderal Sudirman.

Lain lagi dengan Erna. Polwan yang menunggang moge Harley Davidson ini ditempatkan di Jalan Asia Afrika depan Plasa Senayan pada malam pergantian tahun. “Tugas kami menutup jalan agar tidak dilalui kendaraan bermotor saat car free night,” kata polwan berpangkat Inspektur Dua (Ipda) ini. Ia tidak sendirian menjaga jalan itu. Ada 25 polwan lainnya yang juga menunggangi motor besar itu.

Wanita yang telah setahun bergabung di korps motor gede Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya ini mengaku harus latihan sebulan sebelum benar-benar menguasai Harley Davidson.

“Awalnya sih sempat kesulitan karena belum pernah memegang motor seberat ini. Namun lamakelamaan jadi semakin mudah,” kata wanita berparas ayu ini.

Ia memilih masuk Korps Motor Besar agar terlihat keren, gagah dan tak kalah dari polisi pria. “Padahal saya orangnya kalem dan kewanitaan,” kata Erna sambil terkekeh.

Erna punya pengalaman menarik saat mengikuti touring menggunakan motor besar dari Jakarta sampai Bali bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Harley Davidson Club Indonesia (HDCI). “Saya berhari-hari di motor tapi tidak capek. Malah sangat menikmati,” kata perempuan berpotongan rambut sebahu ini. Ia mengatakan, seluruh polwan yang masuk di Korps Motor Besar berusia dibawah 30 tahun.

“Biasanya kami ditugaskan untuk mengawal istri Presiden, Miss Universe dan Menteri Pemberdayaan Wanita,” katanya.

Saat ditanya apakah bisa juga pengawalan untuk swasta, menurut Erna, bisa saja. “Asalkan sudah izin pimpinan,” katanya.

Sebagai penunggang motor besar, Erna tak perlu khawatir soal biaya mengisi BBM kendaraan yang dikenal boros itu. “Kami tidak pernah mengisi bensin.

Soalnya sebelum keluar dari sini (Polda Metro Jaya) motor ini sudah di sini petugas sebanyak 20 liter,” katanya.

Polda Metro Sediakan 18 Pos Pengamanan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Rikwanto mengatakan, Polda Metro Jaya membangun 18 pos pengamanan pada pagelaran Jakarta Night Festival di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan MH Thamrin.

Pos-pos itu dibangun untuk mengamankan perayaan pergantian tahun warga Jakarta yang dibarengi dengan program car free night. Beberapa panggung hiburan bakal digelar di sepanjang kedua jalan protokol itu.

“Petugas yang berjaga sekitar 115 sampai 120personel. Gabungan dengan TNI, Damkar, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP,” katanya.

Selain mengamankan 16 panggung hiburan, pengerahan aparat gabungan ini juga juga untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan pengaduan masyarakat.“Delapan belas pos itu juga untuk mengantisipasikalau ada masyarakat lapor atau ada kejadian yang tak diinginkan mereka siap bergerak menanganinya, tambahnya.

Senin siang, aparat gabungan itu melakukan apel persiapan terakhir car free night dan Jakarta Night Festival. Usai apel, aparat gabungan diturunkan ke sejumlah titik.“Kekuatan pengamanan sudah siap. Jam 3 sore sudah masuk ke lokasi pengamanan masing-masing.

Dari Pemda juga sudah siap dengan karnaval dan tahapan-tahapan acara hiburan yang akan dilangsungkan pada malam pergantian tahun. Persiapan sudah maksimal,” katanya. Kepolisian,kata Rikwanto, bakal melakukan penjagaan di ring satu dan ring dua. “Ring satu di daerah Sudirman-Thamrin dan ring dua sekitar Jalan Sudirman-Thamrin,” katanya.

Mengenai masyarakat yang menderita sakit saat Jakarta Night Festival Rikwanto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif menuju sejumlah rumah sakit terdekat. Ada sejumlah rumah sakit yang bakal menjadi rujukan.

“Rumah sakit di sekitar jalur itu menjadi acuan kita seperti, RSPAD Gatot Subroto, RS Siloam, RS Jakarta. Karena itu, di tiap panggung adaambulans. Jadi , jadi kalau ada masyarakat trouble di situ akan segera dibawa kerumah sakit yang rutenya sudah kita tentukan,” katanya.

Hingga menjelang sore, Rikwanto mengungkapkan, pihaknya belum menerima informasi mengenai ancaman teror pada perayaan malam tahun. “Jakarta dalam keadaan aman, kondusif dan belum ada informasi adanya teror malam tahun baru. Sebelumnya, juga kita dahulukan beberapa operasi seperti Sikat Jaya dan Operasi Zebra,” ujarnya.

Berbagai operasi itu digelar untuk mengurangi kriminalitas menjelang malam tahun baru.

“Jadi kita harapkan Jakarta bisa safe karena sudah banyakberkurang aksi kriminalitas. Kita harapkan untuk tahun baru bisa lebih aman,” jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 9.844 aparat keamanan gabungan juga diterjunkan dalam rangka memberi pengamanan pada objek wisata dan pusat keramaian yang akan menjadi tujuan masyarakat. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya