Berita

martin hutabarat/ist

Politik

Agus Martowardojo Pun Takluk, Misteri Kekuatan Besar di Balik Hambalang

SELASA, 01 JANUARI 2013 | 19:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sinetron yang berisi fakta-fakta kasus Hambalang versi keluarga Mallarangeng, seperti diungkapkan jurubicaranya, Rizal Mallarangeng, sangat menarik untuk dicermati.

"Sinetron kasus Hambalang menarik dicermati. Sinyal dari Rizal Malarangeng bahwa ada kekuatan besar yang membuat Menkeu dan Wamenkeu tunduk menyetujui proyek, meskipun banyak kejanggalannya, saya kira perlu didalami," kata anggota Komisi III DPR dari fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa petang (1/1).

Martin mengakui mengenal sosok Menkeu Agus Martowardojo sebagai juniornya di kampus yang memiliki rekam jejak tegas dan bersih. Sepengamatannya, tidak mudah bagi siapapun menekan Agus untuk menyetujui satu proyek yang tak jelas perinciannya. Dia ungkapkan juga bahwa ada beberapa koleganya di DPR yang tidak menyukai sikap tegas Agus merespons pengaruh tekanan.

Yang aneh menurutnya, mengapa dalam proyek Hambalang yang mengandung banyak kejanggalan ini Agus Marto begitu mudah menyetujuinya.

Padahal dari penjelasan Rizal Mallarangeng terungkap bahwa proyek yang semula Rp 100 miliar itu tiba-tiba bengkak menjadi Rp 2,5 triliun dengan kontrak tahun jamak, meskipun belum disetujui DPR. Mark up biaya pembangunannya pun sampai 1.100 persen. Status tanahnya masih atas nama Probosutejo tapi uang sudah digelontorkan berpuluh miliar untuk pembelian tanah. Studi amdal belum dibuat, tapi izin pembangunan sudah keluar dan bangunan yang sudah jadi pun akhirnya amblas karena kondisi tanah.

"Semua kejanggalan ini, seperti mark up biaya pembangunan 1.100 persen patut segera ditelusuri oleh KPK dan BPK, agar kekuatan besar yang disinyalir oleh Rizal Mallarangeng terbongkar," tegas politisi senior itu.

Rizal yang berani mengungkap fakta-fakta janggal sekitar proyek Hambalang ke publik tentunya sudah melakukan diskusi dan atas persetujuan Andi Mallarangeng (kakaknya) sebagai mantan Menpora.

Martin menutup, semua fakta tidak boleh diabaikan oleh KPK maupun BPK kalau dua lembaga serius hendak menuntaskan pengusutan kasus Hambalang tanpa pandang bulu di tahun 2013. [dem]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya