Berita

Hidayat: Partai Menggali Kuburan kalau Sibuk Siapkan 2014 Tapi Lupakan Amanah di 2013

SELASA, 01 JANUARI 2013 | 11:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota DPR dan menteri di kabinet pemerintahan SBY-Boediono bisa saja kerjanya melemah pada tahun 2013 ini karena tenaganya terkuras untuk mempersiapkan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden 2014 mendatang.

Anggota DPR dan menteri yang sibuk mempersiapkan 2014 dan mengabaikan amanah rakyat dipastikan berasal dari partai yang hanya sekadar untuk mempertahankan atau merebut kekuasaan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (1/1).

"Tapi bagi partai politik yang tetap konsen menjalankan amanah rakyat, tahun 2013 masih dalam koridor (melaksanakan) amanah rakyat yang memilih kita (untuk bekerja dari) tahun 2009 sampai tahun 2014. PKS sudah memastikan bahwa kita semua akan tetap bekerja sesuai dengan amanah di DPR maupun di kabinet," tegasnya.

Hidayat tak menampik, pada tahun 2013 ini kader PKS, khususnya yang duduk di parlemen, akan turun menemui konstituten. Tapi dipastikannya pula, hal itu tidak akan mengurangi masa kerja di DPR.

"Kegiatan DPR itu kan setiap minggunya sampai Jumat pagi. Jumat siang atau Sabtu dan Minggu, kita bisa berada di daerah konstiuen atau kita berkeliling ke konstiuen," ungkapnya.

"Itu kalau kita lakukan setiap Minggu, banyak hal yang bisa kita kerjakan. Jadi tidak harus dikotomikan antara mempersiapkan tahun 2014 dengan melaksanakan amanah rakyat di periode 2009-2014," sambung mantan Ketua MPR ini.

Apalagi, sambung Hidayat, kalau partai tetap ingin dipercayai rakyat, harus terus melaksanakan amanah yang diberikan sampai masa akhir jabatan. Menurutnya, menelantarkan amanah rakyat di DPR maupun di kabinet dengan dalih mempersiapkan 2014, justru akan menggali kuburan sendiri.

"Kepercayaan publik akan merosot kalau kita khianati dengan melupakan tugas kita di DPR maupun di kementerian," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya