Berita

effendy syahputra

2013, KPK Harus Jerat Dalang Bailout Bank Century

SELASA, 01 JANUARI 2013 | 08:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Persoalan hukum sepanjang tahun 2012 masih didominasi persoalan korupsi. Untungnya, Komisi Pemberantasan Korupsi, lembaga negara yang dibentuk memberantas masalah tersebut dinilai sudah maksimal melaksanakan tugasnya.

Misalnya, "langkah berani" KPK memeriksa kasus pengadaan proyek Simulator SIM serta menahan bekas Kakorlantas Polri, Irjen Djoko Susilo. Begitu juga dengan gebrakan lembaga antirasuah itu yang menetapkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek Hambalang patut diapresiasi. Andi kemudian mundur jadi jabatan Menpora setelah menyandang status tersangka.

Demikian disampaikan Effendi Syahputra, Ketua Badan Advokasi Hukum (BAHU) DPP Partai NasDem kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 1/1).

"Kami pikir KPK sudah bekerja maksimal, kendati banyak permasalahan internal yang juga menyelimuti struktural KPK," jelas Effendi Syahputra.

Selain itu, KPK juga dinilai lamban dalam menangani kasus bailout Bank Century. Sampai saat ini, KPK belum juga bisa merampungkan persoalan pencairan dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun tersebut kepada bank, yang saat bernama Bank Mutiara tersebut.

"Bahkan terkesan KPK ingin membuang masalah ini ke DPR bila dikaitkan dengan statemen Ketua KPK (Abraham Samad) beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa DPR dapat memakzulkan Wapres dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan tersangka sementara dalam kasus Century," jelas pengacara muda ini.

Karena itu, pada tahun 2013 ini, BAHU Partai Nasdem berharap KPK harus mampu menuntaskan kasus tersebut dengan membongkar hingga ke akar dan menjerat otak di balik kebijakan tersebut. "Ini tentunya akan menepis slentingan-slentingan banyak pihak bahwa KPK by order atau bekerja untuk kepentingan-kepentingan kelompok tertentu," demikian kandidat Doktor Ilmu Hukum Universitas Gajah Mada, Jogjakarta  ini. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya