Berita

puan maharani/ist

Politik

Penolakan Puan Jadi Pembantu SBY Pilihan Cerdas

SENIN, 31 DESEMBER 2012 | 18:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puan Maharani dengan tegas menolak masuk kabinet SBY-Boediono. Ketua Bidang Politik DPP PDIP yang juga sulung Megawati itu menyatakan, partainya akan konsisten berada di luar pemerintahan sampai 2014 nanti.

Bagi kalangan pengamat, sikap dan keputusan Puan tersebut sangatlah tepat.

"Penolakan Puan merupakan pilihan cerdas," kata analis politik yang juga Direktur Citra Komunikasi Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Toto Izul Fatah, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (31/12).

Menurut dia, penolakan Puan itu merupakan representasi dari sikap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri yang sejak lama memang bersikap menjaga jarak dari SBY. Bukan seperti sang ayah, Taufiq Kiemas yang terkesan ingin ada "keakraban" dengan SBY.

Masih kata Toto, keputusan Puan menerima tawaran menjadi pembantu SBY di dalam kabinet, justru tidak akan bermanfaat untuk masa depan PDIP, yang berdasarkan hasil survei berbagai lembaga, citranya terus membaik dan menempati posisi ke dua setelah partai Golkar.

"Kalau Puan menerima hanya akan mengontori citra partai. Tidak produktif, dan tidak manfaat untuk jangka pendek maupun masa depan PDIP," demikian Toto. [dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya