Berita

ilustrasi

Benarkah Terompet Sebar Virus TBC?

SENIN, 31 DESEMBER 2012 | 13:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dalam beberapa hari belakangan, beredar broadcast, yang bisa menohok para penjual terompet.

Praktisi kesehatan Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam juga mengaku dua hari yang lalu menerima kiriman broadcast dari kawannya melalui Black Berry Messenger.

Isi pesan itu: "Jangan beli terompet atau sejenis apapun karena ada virus yg kita tidak tahu terutama TBC. Apalagi untuk anak-anak.karena terompet itu sudah ditiup sama tukangnya dan sudah dicoba-coba orang lain. Penularan virus itu melalui air liur yg sudah ada di terompet tersebut. Tolong sebarkan info ini semoga bermanfaat."

Ari menduga, informasi ini sudah luas tersebar di tengah masyarakat karena ada kawannya yang menanyakan apakah informasi ini benar atau tidak.

"Kasihan tukang terompet tahun ini  kalau informasi ini dipercaya oleh masyarakat. Pasti kita akan berpikir dua  kali untuk membeli terompet buat kita atau  anak-anak kita  karena takut tertular penyakit TBC akibat meniup terompet tersebut," ujar staf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM itu, kepada wartawan, Senin (31/12).

Memang, kata Ari, seperti dilansir JPNN, penyakit TBC adalah penyakit berbahaya karena tidak saja mengenai paru tapi dapat menyebar mengenai organ-organ lain di dalam tubuh kita. Pengobatan TBC, lanjutnya, membutuhkan waktu minimal 6 bulan.

Dia yakin, dilihat dari pesan BBM  yang disampaikan tersebut, informasi awal bukan berasal dari dokter. "Karena informasi yang disampaikan tidak tepat dan sungguh menyesatkan. Saya tidak pro tukang terompet tapi hanya ingin meluruskan informasi tersebut," ujar Ketua Bidang Advokasi PB. PAPDI itu.

Pertama, informasi tentang TBC tidak tepat karena disampaikan TBC disebabkan oleh virus. TBC, jelasnya, bukan disebabkan oleh virus tetapi disebabkan oleh bakteri atau kuman tuberkulosis.

Kuman ini, lanjut Ari, ditularkan dari satu orang kepada orang yang lain bukan melalui kontak yang singkat. Tidak seperti infeksi virus influenza bahwa seseorang dapat tertular dengan orang yang sedang mengalami flu dengan sekali kontak.

"Untuk penularan TBC butuh kontak yang lama dan terus menerus. Selain itu kuman ini ditularkan melalui udara, bukan langsung dari air liur seperti misal setelah meniup terompet," paparnya.

Biasanya orang tertular penyakit TBC jika tinggal serumah dengan orang yang sedang mengalami TBC paru aktif atau teman sekantor, dimana terjalin kontak dengan teman sekantor tersebut dalam ruangan tertutup.  Pembantu rumah tangga yang menderita TBC paru aktif dapat menularkan infeksi TBC kepada anak-anak yang diurusnya.

"Ujung terompet memang bisa jadi sumber penularan penyakit melalui droplet atau air liur yang tersisa pada ujung terompet tetapi tentu bukan penyakit TBC seperti yang disebutkan dari informasi yang beredar tersebut," paparnya.

Bagaimana agar kita tidak tertular penyakit yang ditularkan melalui ujung terompet tersebut? "Bersihkan dulu ujung terompet yang akan kita gunakan kalau perlu gunakan penyaring khusus  ketika ujung terompet tersebut akan kita gunakan," saran dia.

"Mudah-mudahan broadcast yang melarang orang untuk beli terompet ini tidak berdampak bagi masyarakat yang memang ingin membeli terompet dan meniup terompet pada malam pergantian tahun," pungkasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya