Berita

boediono/ist

SBY Butuh Ketenangan, Boediono Sebaiknya Mengundurkan Diri

JUMAT, 28 DESEMBER 2012 | 12:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perdebatan terakhir mengenai keterlibatan dan status mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono dalam kasus pengucuran danatalangan senilai Rp 6,7 triliun untuk Bank Century semestinya sudah harus mengkerucut pada satu hal: pengunduran diri Boediono dari kursi Wakil Presiden.

Dari pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, status tersangka yang baru-baru ini diberikan KPK kepada dua mantan petinggi BI, Budi Mulyana dan Siti Fajriah, adalah indikasi bahwa secara hukum telah ditemukan kesalahan besar di balik keputusan Boediono mengubah Peraturan BI tentang rasio kecukupan modal (CAR) pada November 2008 yang berpihak pada Bank Century.

Lalu, Boediono juga yang dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 20 Novemberr 2008 sangat ngotot menaikkan status Bank Century dari "ditengarai berdampak sistemik" menjadi "berdampak sistemik", dan memberikan bailout. Dalam, perjalanannya, bailout itu membengkak hingga Rp 6,7 triliun pada Juli 2009.

"Kita bisa menyisihkan polemik yang belakangan muncul karena Abraham Samad melempar bola panas ini ke DPR. Yang paling penting adalah, KPK sudah menaikkan status Centurygate dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dua mantan pejabat BI sudah jadi tersangka. Dan akan merembet pada pejabat yang lebih tinggi lagi, yakni Boediono sebagai Gubernur BI," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, dalam perbincangan Jumat pagi (28/12).

Menurut Teguh, Centurygate dan keterlibatan Boediono sudah terlalu lama dibiarkan berlarut-larut, sehingga menimbulkan dampak yang tidak sehat serta merugikan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pemerintah kehilangan legitimasi, dan tidak efektif. Dianggap masyarakat sebagai pemerintahan pura-pura. Padahal masih begitu banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan sebelum periode pemerintahan ini berakhir," sambung alumni Univeristy of Hawaii at Manoa (UHM) ini.

Teguh juga mengatakan, dirinya yakin, SBY membutuhkan ketenangan dalam mengarungi dua tahun terakhir yang dimilikinya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Semakin lama Centurygate dan dugaan keterlibatan Wakil Presiden Boediono dijadikan wacana, maka akan semakin tidak efektif pemerintahan SBY karena energi yang seharusnya diberikan untuk mengerjakan program-program besar jadi sia-sia hanya untuk sekadar mengurusi Boediono.

Di sisi lain, dia juga berharap Boediono dapat melihat persoalan ini dengan dewasa, dan menyadari betapa dirinya telah menjadi salah satu liability factor bagi pemerintahan efektif yang hendak diwujudkan SBY.

"Pengunduran diri Boediono, menurut hemat saya, akan menjadi energi besar bagi pemerintahan SBY untuk move on, menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar demi membuktikan janji pada rakyat. Bagaimanapun juga, rakyat ingin melihat Presiden SBY mengakhiri kekuasaannya secara khusnul khotimah," demikian Teguh. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya