Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mengembangkan pendidikan pesantren. Sebagai institusi strategis untuk meningkatkan kualitas SDM, Pemprov Jabar akan membuat 1.000 kobong atau ruang pesantren pada tahun 2013.
"Ini kita bertahap, berikutnya nanti kita hitung lagi. Karena kebutuhannya sangat besar, pesantren di Jabar sangat banyak," kata Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat memberikan sambutan Wisuda Pendidikan Kader Ulama (PKU) Ke VI dan Ijtima Ulama MUI Kabupaten Bogor, Kamis (27/12).
Dalam keterangan pers yang disebar media center Aher, politisi PKS itu mengatakan pembangunan dunia pesantren di Jabar harus dimulai dengan melihat permasalahannya terlebih dahulu. Data awal dari Kanwil Kemenag Jabar menunjukkan bahwa saat ini ada 6.000 pesantren di Jabar. Kemudian ia melakukan survey langsung berbagai persoalan yang dihadapi pesantren, ternyata ada temuan menarik, jumlah pesantren di Jabar ada 12.468.
"Ini jauh sekali perbedaannya. Dari situlah kami menyusun langkah-langkah yang perlu diambil dalam pembangunan pendidikan keagamaan di Jabar. Untuk madrasah sampai 2012 ini sudah di bangun 1.200 ruang kelas baru (RKB), nah sekarang giliran ruang kelas untuk pesantrennya," papar dia.
Aher berharap dari institusi keagamaan ini akan lahir SDM yang berkualitas secara teknis, tapi juga memiliki akhlak yang baik.
"Saya berharap dari pesantren akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang anti korupsi," ujarnya.
Selain masuk ke ranah pemerintahan, lulusan pesantren kelak diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi, menjadi para pengusaha. Dia juga mendukung agar para lulusan PKU juga menjadi tulang punggung dakwah di lingkungannya masing-masing.
"Ke depan yang ikut PKU bisa juga dari instansi pemerintahan, kepolisian, atau pun TNI, karena mereka juga butuh rohaniawan di instansinya masing-masing. Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan," pungkasnya.
[dem]