Berita

Partai yang Terbukti Suap dan Korup jangan Dipilih Lagi

SELASA, 25 DESEMBER 2012 | 13:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pada Pemilihan Umum 2014 mendatang, masyarakat dimbau tidak memilih partai yang terbukti menyuap dan melakukan money politics.

"Pemuda Muhammadiyah berharap agar rakyat semakin cerdas dalam menyalurkan aspirasi politiknya," kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay saat dihubungi di Jakarta, Selasa (25/12).

Menurut Saleh, seperti dilansir Antara, partai-partai yang berusaha menyuap untuk dipilih sudah saatnya diberi hukuman dengan cara tidak memilih mereka lagi. Saleh mengatakan partai politik seperti itu harus dihukum. Apalagi faktanya, partai-partai itu juga tidak memberikan sumbangan positif dalam membangun negeri ini.

"Rakyat sedang menanti dan melihat siapa dan partai apa yang betul-betul memperhatikan mereka. Partai-partai itulah yang akan menjadi pilihan mereka," tuturnya.

Menurut dia, partai yang baik sesungguhnya bukanlah partai yang paling sedikit korupsinya. Sebab, hampir semua partai politik di Indonesia melakukan korupsi. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk mencermati apa yang dilakukan partai-partai pada 2013. Partai yang baik, kata dia, adalah partai yang konsisten bekerja untuk memperhatikan rakyat.

"Dalam konteks ini, partai yang memperhatikan rakyat dan peduli kepada rakyat diyakini tidak akan melakukan korupsi," ujarnya.

Dia memperkirakan suhu politik pada 2013 akan semakin memanas bila dibandingkan 2012. "Menurut saya, panggung politik di 2013 tidak begitu jauh berbeda dari 2012. Malah, di pertengahan tahun, suasana politik akan semakin terasa," katanya.

Dia mengatakan, pada 2013, partai-partai politik dan para politisi akan berupaya untuk mempertahankan posisi masing-masing. Menurut Saleh, fenomena politik di akhir 2012 yang banyak goncangan politik seperti Hambalang, Century, perseteruan antara anggota parlemen dan beberapa orang menteri akan terus berlanjut pada 2013.

"Sebab, kasus-kasus tersebut sangat menarik untuk dijadikan sebagai modus untuk menjatuhkan partai lain. Apalagi, semua itu hampir dibuka ke publik secara terang benderang," pungkasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya