Berita

boediono/ist

Politik

Mimpi Soft Landing SBY Diancam Wakilnya Sendiri

SABTU, 22 DESEMBER 2012 | 14:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Istilah kongkalikong pantas untuk dilekatkan pada dunia penegakan hukum dan pemberantasan korupsi sepanjang tahun 2012.

"Di tahun 2012 korupsi politik meningkat. Modus ini terkait mafia anggaran, terkait APBD dan APBN, di Kemenpora dan kementerian lain," ujar peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Oce Madril,  dalam diskusi "Setahun Wajah Hukum Indonesia" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (22/12).

Dia lanjutkan, bahkan Presiden SBY sendiri tak mampu meredam nafsu korupsi di kalangan Istana Negara, lingkaran terdekatnya.


Dia menyebutkan segelintir orang-orang dekat Presiden yang terlibat korupsi. Misalnya, anggota Komite Ekonomi Nasional Hartati Murdaya, kasus Wantimpres Siti Fadillah, dan Menpora Andi Mallarangeng. Hartati dan Andi Mallarangeng akhirnya mundur dari jabatannya.

"Ini catatan kelam perjalanan SBY yang tak kita temui di periode pertamanya. Sebagai presiden di jabatan terakhir harusnya dia betul-betul hati-hati," ucapnya.

"Apalagi, mau masuk ke tahun politik, yang di mana kabinetnya diisi mayoritas orang politik," tambahnya.

Dia meragukan SBY bisa soft landing pada 2014 dengan komposisi orang-orang pemerintahannya yang terlibat korupsi.

"Soft landing atau terseok-seok? Karena wakil presiden juga masih dikejar kasus Century," lontarnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Wabah DBD Bangladesh Makin Parah, 42.590 Dirawat dan 117 Lainnya Meninggal Dunia

Senin, 07 September 2026 | 12:27

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun di 2027

Senin, 07 September 2026 | 12:14

Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Buka Kinerja dan Prospek Usaha

Senin, 07 September 2026 | 12:04

Kini Giliran Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kota Bengkulu Dipanggil KPK

Senin, 07 September 2026 | 11:53

Komisi VIII DPR Desak Pemerintah Perkuat Kesiapsiagaan Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:41

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

Senin, 07 September 2026 | 11:33

Harga Minyak Naik Lagi Sentuh Level 96 Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:25

Ombudsman Soroti Peredaran Narkoba dan Pungli di Lapas

Senin, 07 September 2026 | 11:21

Cadangan Devisa RI Agustus 2026 Capai Rp2.582 Triliun, Naik 1,2 Miliar Dolar AS

Senin, 07 September 2026 | 11:19

Belanja Mitigasi Jadi Investasi Hadapi Erupsi Gunung Api

Senin, 07 September 2026 | 11:12

Selengkapnya