Berita

Ray Yakin DAK2 yang Diserahkan Kemendagri ke KPU Belum Final

KAMIS, 20 DESEMBER 2012 | 12:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri per tanggal 6 Desember lalu ke Komisi Pemilihan Umum nampaknya masih belum final. Dalam data itu dinyatakan jumlah penduduk, mencapai  251.857.940 juta jiwa.

Karena, dalam beberapa kesempatan, Mendagri Gamawan Fauzi menyebutkan dugaan jumlah penduduk kita hanya mencapai sekitar 148 juta. Sedikit lebih kecil dari data pertanggal 6 Desember tersebut.

"Artinya, jika benar akan ada perubahan data jumlah penduduk, maka kemungkinan KPU membuat desain peta daerah pemilihan dan alokasi kursi atas dapil juga bisa keliru," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti (Kamis, 20/12).

Sebab sebelumnya, KPU telah menetapkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 255.587.718 jiwa. Penetapan jumlah penduduk tersebut tercantum dalam surat keputusan KPU Nomor 156/Kpts/KPU/TAHUN 2012 tertanggal 9 Agustus 2012 tentang Data Wilayah Administrasi Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Jumlah Penduduk Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk Keperluan Persyaratan Partai Politik Menjadi Peserta Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD Tahun 2014.

Oleh karena itu, KPU hendaknya memastikan bahwa data DAK2 benar-benar telah solid, tidak akan ada perubahan dan lebih dari itu juga memastikan bahwa jumlah penduduk kita tidak akan kurang dari 251.857.940 tersebut.

Sebab, sesuai UU 8/2012 pasal 32 ayat (1)a dinyatakan dengan tegas, bahwa satu-satunya data pembuatan peta dapil dan alokasi kursi hanyalah data DAK2 dari Kemendagri. Karenanya, kebenarannya harus solid, pasti dan memang dapat dipercaya.

"Dengan begitu, KPU tidak diperkenankan mempergunakan data penduduk selain data dari DAK2. Sekali data-data ini melenceng akan dapat berakibat kesimpulan yang tidak tepat, khususnya tentang peta dapil dan alokasi kursi," jelas Ray. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya