Berita

DR. SAleh daulay

PENDIDIKAN NASIONAL

DR. Saleh: Pemerintah Tak Punya Political Will Hadapi Kendala Pendidikan

KAMIS, 20 DESEMBER 2012 | 08:01 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia menghadapi sejumlah kendala serius. Pemerintah dinilai belum memiliki political will untuk menyelesaikan kendala-kendala tersebut. Padahal, konstitusi mengamanatkan anggaran untuk sektor pendidikan dipasok sebesar 20 persen.

"Salah satu kendala yang sering dikeluhkan adalah kurikulum yang selalu berubah. Perubahan kurikulum itu menimbulkan kebingungan tersendiri di kalangan guru dan siswa," demikian disampaikan DR. Saleh Daulay, Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, dalam Simposium Internasional yang diikuti ratusan perwakilan mahasiswa Indonesia dari 23 negara di Kampus Universitas Jawaharal Nehru, New Delhi, Selasa (19/12).

Kendala lain yang juga dinilai serius, lanjut Saleh, adalah tidak adanya link-match antara dunia pendidikan dan pasar kerja. Tidak mengherankan bila banyak alumni perguruan tinggi yang bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Mereka malah belajar secara serius ketika sudah memasuki dunia kerja.

Selain itu, tingkat kesejahteraan guru dan dosen juga dinilai masih belum memuaskan. Hal ini akan terasa bila dibandingkan dengan para karyawan yang bekerja di perusahaan-perusahaan swasta. Akibatnya, banyak guru dan dosen yang mencari pekerjaan tambahan di luar jam mengajar.

"Kendala yang tidak bisa dikesampingkan adalah kapitalisasi pendidikan. Lembaga-lembaga pendidikan swasta menjamur dan memungut biaya pendidikan yang sangat tinggi. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada lembaga pendidikan swasta, tetapi juga lembaga pendidikan milik pemerintah." Semestinya, kendala tersebut tidak perlu ada bila pemerintah mempunyai perencanaan dalam membangun dunia pendidikan Indonesia. Selama ini, program-program pendidikan dirancang secara insidentil. Itulah sebabnya mengapa di akhir tahun selalu ramai dengan kegiatan yang sifatnya sekedar untuk menghabiskan anggaran. [zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya