Berita

prabowo subianto

Jenderal Prabowo Nyesel Tak Jadi Kudeta Habibie

RABU, 19 DESEMBER 2012 | 09:58 WIB | LAPORAN:

Beginilah kalau Jenderal sedang bercanda. Candaannya pun soal kudeta.

“Saya Jenderal Prabowo Subianto, mantan Panglima Kostrad yang hampir kudeta. Nyesel juga nggak jadi kudeta,” ucapnya. Dan gerrr, yang mendengar pun tertawa terbahak-bahak.

Itulah cuplikan suasana saat Prabowo Subianto memberi ceramah umum di acara Soegeng Sarjadi Syndicate, kemarin. Di hadapan puluhan orang, Prabowo bicara panjang lebar selama dua jam. Selain candaan, tentu ada juga hal serius yang dia sampaikan. Ada paparan visi-misi, dan juga kritik untuk pemerintah. Point-nya, Prabowo ingin menunjukkan dirinya siap memimpin negara ini.

Prabowo memang sering dikaitkan dengan isu kudeta kepada pemerintahan BJ Habibie di tahun 1998. Di dalam buku “Detik-detik yang Menentukan” karya Habibie diceritakan saat-saat pertemuan “panas” antara Habibie dengan Prabowo. Habibie mencopot jabatan Prabowo sebagai Pangkostrad, karena ada pergerakan pasukan menuju Istana Negara. Prabowo berdalih hal itu untuk mengamankan Presiden, tetapi Habibie tak terlalu percaya.

Kenapa tidak jadi kudeta? Saat ceramah itu, Prabowo menyatakan alasannya. Dia takut melanggar UUD 45. Sebagai seorang yang demokratis, dia ingin menjadi pemimpin bangsa dengan menggunakan cara-cara yang demokratis, bukan kudeta.

Namun, dia sadar, anggapan “kudeta” itu telanjur ada di benak orang. “Jika orang mendengar nama Prabowo, yang terbayang adalah bekas tentara, kudeta, komandan Koppasus, dan 1998. Kira-kira begitu,” imbuhnya.

Soal lain, dia menyinggung pertarungan calon presiden 2014. Dia menyadari tantangannya sangat berat. Ada empat masalah utama yang harus diatasi, yaitu menipisnya cadangan energi; ledakan jumlah penduduk; sistem pemerintahan yang inefisien, lemah, dan korup; dan ketidakadilan ekonomi.

Korupsi sudah sangat parah, saat ini. Di zaman Orde Lama, korupsi dilakukan di bawah meja. Di zaman Orde Baru meningkat jadi di atas meja. “Sekarang, sampai meja-mejanya juga dikorupsi,” cetusnya. Gerrr, peserta tertawa lagi.

Bukti makin maraknya korupsi, lanjut dia, makin banyaknya kepala daerah dan pejabat diproses hukum. Dari 800-an pasang kepala daerah yang terpilih sejak 2005, sebanyak 280 terjerat. Itu berarti satu dari tiga kepala daerah terlibat korupsi.

Herannya, meskipun masalah di Indonesia begitu berat, banyak orang berminat nyapres. Prabowo bilang, untuk yang mau maju, mungkin perlu dites ke psikiater. “Masalah berat begini kok mau juga,” ujarnya.
Prabowo sendiri sebenarnya ragu bisa menghadapi dan menyelesaikan semua persoalan berat itu, andai benar-benar jadi presiden.

“Apa iya pantes, apa saya mampu jadi presiden? Tapi, tugas pemimpin itu adalah memilih tim terbaik. Dia tidak kerja sendiri. Dia harus menseleksi dan memilih tim yang bisa bekerja,” jelasnya. Itulah yang bakal dia lakukan jika terpilih.

Dia berjanji merekrut siapa saja yang punya sikap patriotik, cinta Indonesia dan mau bekerja dalam tim. Tidak peduli orang itu awalnya adalah lawan politik. “Semua anak bangsa yang punya harsat baik untuk berbuat baik pada negara ini harus kerja sama.”

Yakin akan terpilih? Prabowo bilang, saat ini dia melihat dukungan rakyat makin besar. Dia tidak takut partai-partai besar akan menjegalnya melalui presidential threshold yang tinggi. Kalau rakyat mendukung, pasti akan memilih Gerindra. Dengan begitu, tidak akan ada lagi yang menjegal. “Saya yakin Gerindra bisa 20 persen,” ujarnya.

Disinggung soal anggapan dirinya masih punya catatan pelanggaran HAM di 1998, Prabowo malah balik tanya, itu anggapan siapa. “Itu anggapan Anda?” katanya.

Selain Prabowo, ada sejumlah pembicara lain di acara tersebut. Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali menyatakan, Prabowo cukup popular. Namun, untuk maju di pilpres, calon harus punya media untuk sosialisasi diri. “Sayangnya, Prabowo tidak punya media,” ujarnya di tempat yang sama. Tahun 2013, akan jadi pertaruhan suara rakyat dengan suara elite. Suara rakyat rakyat diwakili media sosial. Sementara gerakan elite terekam dalam media massa. Dia menyebut, sejumlah elite politik kini punya media massa. Misalnya Harry Tanoesudibyo, Aburizal Bakrie dan Surya Paloh.

Sementara Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Ari Nurcahyo bicara soal suasana politik secara umum. Dia menilai kondisi 2012 adalah tahun "sungsang" yang diwarnai dengan kebisingan elite tapi tidak memberikan manfaat bagi rakyat. “Udara politik negeri ini vakum politik untuk bernegara, tapi penuh sesak dan pengap dengan politik berkuasa. Panggung politik di lapis elite adalah politik berkuasa tapi absen dari politik bernegara,” katanya.

Kesungsangan politik terjadi lantaran sepanjang tahun ini banyak pemimpin negeri tidak mencontohkan kebaikan. Di tataran eksekutif, Ari melihat sosok Presiden lemah sehingga banyak kebijakan tidak membawa perubahan signifikan. Presiden juga direpotkan dengan stabilitas Setgab Koalisi. Padahal, dengan sistem presidensil, seharusnya kuasa Presiden sangat besar.

Di tingkat legislatif, banyak anggota DPR terlilit kasus korupsi. Akibatnya, muncul citra anggota DPR sebagai politisi pencari nafkah. “Banyak kesungsangan terjadi di sini. Jadi terbolak-balik menjadi tidak jelas bentuknya sekarang,” kata Ari lagi. Yang tragis, kondisi sungsang makin parah karena penegak hukum makin tidak berwibawa. [zul]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya