Berita

Genap Ganjil Bukan Solusi, Jokowi jangan hanya Kejar Target

RABU, 19 DESEMBER 2012 | 08:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kebijakan pembatasan kendaraan melalui pelat nomor ganjil-genap dinilai bukan solusi untuk menekan kemacetan di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun diingatkan jangan hanya membuat kebijakan untuk mengejar target.

"Genap Ganjil itu tidak boleh dipisahkan. Itu bukan solusi. Jokowi terlalu gegabah dan terkesan terburu-buru mengambil kebijakan. Jangan hanya mengejar target kinerja namun nantinya malah tambah bikin runyem persoalan," jelas Ketua Umum Garda Muda Nasional Kuntum Khoiru Basa kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 19/12).

Menurut Kuntum, untuk mengatasi kemacetan, pertama pemerintah harus menekan arus jual kendaraan mobil dan motor dengan cara meningkatkan harga jual dan menaikkan pajak kendaraan. Sehingga menimbulkan efek jera untuk pembelian double kendaraan.

Kedua, aturan ganjil genap bisa digantikan dengan cara "car week" atau minggu mobil dan "motor cycle week" atau minggu motor.  "Maksudnya adalah penerapan 1 minggu menggunakan motor dan satu minggu menggunakan mobil. Ini saya kira lebih efektif dari pada aturan genap ganjil," jelasnya.

Ketiga, menaikkan harga parkir di perkantoran, mall dan sebagainya. Keempat, ini yang paling penting, menyegerakan penyedian transportasi subway dan monorel. Karena busway bukan solusi yang tepat dan bukan juga solusi kreatif untuk mengatasi kemacetan.

Makanya, tegas  ketua umum organisasi sayap PAN ini, sejak awal pihaknya tidak setuju adanya busway. Karena itu tidak memberikan keadilan di masyarakat. "Jalan yang ada saat ini merupakan hasil urunan pajak masyarakat selama ini. Lalu disekat paksa oleh pemerintah dengan alasan mengurangi kemacetan," ungkapnya.

Padahal, kalau pemerintah mau jujur, itu sebenarnya bukan untuk mengurangi kemacetan tapi motifnya adalah mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dari masyarakat. "Ini tidak sejalan ideologi yang kita anut. Ideologi Pancasila tidak mengajarkan hal tersebut," tandasnya. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya