ilustrasi, Bulog
ilustrasi, Bulog
Pedagang dan distriÂbuÂtor beÂras untuk Asosiasi PeÂÂdaÂgang WarÂteg di Jakarta Ratno meÂngaÂtakan, harga beras sudah di atas normal.
“Saat ini harganya sudah mau mendekati Rp 9.000 per kilo gram untuk tipe IR 64. Padahal harga norÂmalnya Rp 7.600 sampai Rp 8.000 per kilo gram,†katanya keÂpada Rakyat MerÂdeka, kemarin.
Menurut Ratno, kenaikan harÂga beras sudah terjadi sejak OkÂtober. Bahkan diprediksi kenaikÂan akan tetap berlanjut hingga Januari 2013. Puncak kenaikan akan berlangsung pada Januari dengan harga beras akan tembus Rp 10.000 per kilogram.
“Harus ada langkah pemeÂrinÂtah untuk menekan harga beras. ApaÂlagi pada November lalu keÂnaikan hampir terjadi setiap hari,†ujarnya.
Ratno mengaku kenaikan harÂga itu disebabkan banyaknya laÂhan pertanian yang gagal paÂnen. Apalagi, saat ini petani baru meÂmasuki musim panen.
Ditanya apakah sudah ada opeÂrasi pasar yang dilakukan Bulog untuk menekan harga, Ratno meÂngaku memang sudah ada. “Tapi langkah operasi paÂsar gagal meÂnurunkan harga,†ujarnya.
Menurutnya, operasi pasar suÂdah dilakukan sejak awal keÂnaikÂan harga. Harga beras Bulog dijual Rp 7.500 per kg unÂtuk tipe IR 64. “Berasnya meÂmang sama tapi kualitasnya tidak sama dengan yang biasa,†jelasnya.
Pedagang beras di Pasar InÂduk Beras Cipinang Nelys SuÂkidi mengakui, saat ini sudah ada kenaikan harga, tapi kenaikÂannya belum sigÂnifikan. MenuÂrutnya, hal itu kaÂrena adaÂÂnya opeÂÂrasi pasar beras oleh BuÂlog. SeÂbab, operasi beras oleh BuÂlog maÂÂsih kecil, belum terÂlaÂlu banyak.
Pedagang beras lainnya di PaÂsar Induk Beras Cipinang Akong mengaku harga beras sudah cuÂkup tinggi. “Saat panen saja harÂga beras dan gabah sudah tinggi, sehingga pada musim paceklik harga juga sulit naik lagi karena selama ini harga sudah sangat tinggi,†ujarnya.
Dia mengatakan, pasokan beÂras yang masuk ke pasar CipiÂnang masih cukup karena masih ada panen di beberapa daerah. TaÂÂpi kemungkinan harga beras akan naik lagi awal tahun depan kaÂrena panen di daerah sudah mulai haÂbis dan stok juga menipis.
Menurut Akong, kekuatan daÂya beli konsumen yang terbatas juga menyebabkan pedagang sulit menaikkan harga beras.
Direktur Jenderal PerdaÂgaÂngan Dalam Negeri KeÂmenÂterian PerÂdaÂgangan (Kemendag) Gunaryo menyatakan, pemeÂrinÂtah akan meÂlakukan operasi paÂsar untuk mengantisipasi keÂnaiÂkan harga beras. “Trendnya naik, walaupun tipis tetap kita wasÂpadai,†ujarnya
Untuk itu, kata Gunaryo, piÂhaknya sudah berkoordinasi deÂngan Bulog mempersiapkan opeÂrasi pasar di daerah-daerah yang banyak mengÂkonsumsi beras tanÂpa punya kemampuan produksi, salah satunya Jakarta.
“Jika operasi pasar tidak dilaÂkukan segera, dikhawatirkan harÂÂga beras akan terus terkerek tingÂgi, mengingat awal tahun depan banyak wilayah IndoÂneÂsia akan masuk masa paÂceklik,†ujarnya.
Harga beras di Pasar Induk Cipinang rata-rata naik sebesar 1,33 persen. Harga beras IR 64 II, misalnya, naik tipis dari Rp 7.900 per kg menjadi Rp 8.000 ribu per kg. SeÂmentara stok beras di pasar terÂsebut per 9 Desember mencapai 32.469 ton.
Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan, pihaknya akan menjaga cadangan beras naÂsional di atas 2 juta ton. Untuk itu, hingga Februari atau Maret tahun depan, pihaknya berenÂcana menambah stok dengan mengÂimpor 700 ribu ton beras dari VietÂÂnam dan India. “Untuk opeÂraÂsi pasar kami siap, tapi kami liÂhat dulu kebutuhannya,†katanya.
Stok akhir tahun Bulog diperÂkirakan 2,3 juta ton atau melebihi target pemerintah sebeÂsar 2 juta ton dari penyerapan beÂras dalam negeri ditambah beras impor.
“Menjelang akhir tahun ini, BuÂlog masih melakukan penyeÂrapan hingga 5.000 ton per hari meskipun berfluktuasi,†jelas Sutarto.
Stok beras yang dimiliki BuÂlog, menurut dia, rutin digunakan untuk penyaluran beras buat masÂyarakat miskin (raskin) yang jumÂlahnya 260-300 ribu per buÂlan, yang mana tahun ini tinggal satu kali lagi dan akan rampung DeÂsember. Dengan demikian, sisa stok saat ini yang berjumlah 2,2 juta ton dikurangi penyaluran rasÂkin maksimal 300 ribu ton menÂjadi 1,9 juta ton. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34