Berita

ilustrasi, Bulog

Bisnis

Harga Beras Naik, Operasi Pasar Bulog Dinilai Gagal

Kemendag Waspadai Tahun Depan Banyak Wilayah Masuk Masa Paceklik
RABU, 19 DESEMBER 2012 | 08:14 WIB

.Harga beras menjelang Natal dan Tahun Baru terus merangkak naik. Operasi pasar (OP) yang dilakukan Perum Bulog belum mampu menurunkan harga.

Pedagang dan distri­bu­tor be­ras untuk Asosiasi Pe­­da­gang War­teg di Jakarta Ratno me­nga­takan, harga beras sudah di atas normal.

“Saat ini harganya sudah mau mendekati Rp 9.000 per kilo gram untuk tipe IR 64. Padahal harga nor­malnya Rp 7.600 sampai Rp 8.000 per kilo­ gram,” katanya ke­pada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Menurut Ratno, kenaikan har­ga beras sudah terjadi sejak Ok­tober. Bahkan diprediksi kenaik­an akan tetap berlanjut hingga Januari 2013. Puncak kenaikan akan berlangsung pada Januari dengan harga beras akan tembus Rp 10.000 per kilogram.

“Harus ada langkah peme­rin­tah untuk menekan harga beras. Apa­lagi pada November lalu ke­naikan hampir terjadi setiap hari,” ujarnya.

Ratno mengaku kenaikan har­ga itu disebabkan banyaknya la­han pertanian yang gagal pa­nen. Apalagi, saat ini petani baru me­masuki musim panen.

Ditanya apakah sudah ada ope­rasi pasar yang dilakukan Bulog untuk menekan harga, Ratno me­ngaku memang sudah ada. “Tapi langkah operasi pa­sar gagal me­nurunkan harga,” ujarnya.

 Menurutnya, operasi pasar su­dah dilakukan sejak awal ke­naik­an harga. Harga beras Bulog dijual Rp 7.500 per kg un­tuk tipe IR 64. “Berasnya me­mang sama tapi kualitasnya tidak sama dengan yang biasa,” jelasnya.

Pedagang beras di Pasar In­duk Beras Cipinang Nelys Su­kidi mengakui, saat ini sudah ada kenaikan harga, tapi kenaik­annya belum sig­nifikan. Menu­rutnya, hal itu ka­rena ada­­nya ope­­rasi pasar beras oleh Bu­log. Se­bab, operasi beras oleh Bu­log ma­­sih kecil, belum ter­la­lu banyak.

Pedagang beras lainnya di Pa­sar Induk Beras Cipinang Akong mengaku harga beras sudah cu­kup tinggi.  “Saat panen saja har­ga beras dan gabah sudah tinggi, sehingga pada musim paceklik harga juga sulit naik lagi karena selama ini harga sudah sangat tinggi,” ujarnya.

Dia mengatakan, pasokan be­ras yang masuk ke pasar Cipi­nang masih cukup karena masih ada panen di beberapa daerah. Ta­­pi kemungkinan harga beras akan naik lagi awal tahun depan ka­rena panen di daerah sudah mulai ha­bis dan stok juga menipis.

Menurut Akong, kekuatan da­ya beli konsumen yang terbatas juga menyebabkan pedagang sulit menaikkan harga beras.

Direktur Jenderal Perda­ga­ngan Dalam Negeri Ke­men­terian Per­da­gangan (Kemendag) Gunaryo menyatakan, peme­rin­tah akan me­lakukan operasi pa­sar untuk mengantisipasi ke­nai­kan harga beras. “Trendnya naik, walaupun tipis tetap kita was­padai,” ujarnya

Untuk itu, kata Gunaryo, pi­haknya sudah berkoordinasi de­ngan Bulog mempersiapkan ope­rasi pasar di daerah-daerah yang banyak meng­konsumsi beras tan­pa punya kemampuan produksi, salah satunya Jakarta.

“Jika operasi pasar tidak dila­kukan segera, dikhawatirkan har­­ga beras akan terus terkerek ting­gi, mengingat awal tahun depan banyak wilayah Indo­ne­sia akan masuk masa pa­ceklik,” ujarnya.

Harga beras di Pasar Induk Cipinang rata-rata naik sebesar 1,33 persen. Harga beras IR 64 II, misalnya, naik tipis dari Rp 7.900 per kg menjadi Rp 8.000 ribu per kg. Se­mentara stok beras di pasar ter­sebut per 9 Desember mencapai 32.469 ton.

Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan, pihaknya akan menjaga cadangan beras na­sional di atas 2 juta ton. Untuk itu, hingga Februari atau Maret tahun depan, pihaknya beren­cana menambah stok dengan meng­impor 700 ribu ton beras dari Viet­­nam dan India. “Untuk ope­ra­si pasar kami siap, tapi kami li­hat dulu kebutuhannya,” katanya.

Stok akhir tahun Bulog diper­kirakan 2,3 juta ton atau melebihi target pemerintah sebe­sar 2 juta ton dari penyerapan be­ras dalam negeri ditambah beras impor.

“Menjelang akhir tahun ini, Bu­log masih melakukan penye­rapan hingga 5.000 ton per hari meskipun berfluktuasi,” jelas Sutarto.

Stok beras yang dimiliki Bu­log, menurut dia, rutin digunakan untuk penyaluran beras buat mas­yarakat miskin (raskin) yang jum­lahnya 260-300 ribu per bu­lan, yang mana tahun ini tinggal satu kali lagi dan akan rampung De­sember. Dengan demikian, sisa stok saat ini yang berjumlah 2,2 juta ton dikurangi penyaluran ras­kin maksimal 300 ribu ton men­jadi 1,9 juta ton. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya