ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
Menurut Tifatul, kerja sama Indosat dengan anak peruÂsahaÂannya, Indosat Mega Media (IM2), tidak ada yang salah. KerÂja sama ini untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing operator lokal dengan luar.
â€Kalau memang terjadi peÂnyaÂlahgunaan, kami di KeÂmenÂteÂrian pasti sudah teriak duluan. JaÂnganÂkan triliunan, Rp 5 juta saja saya kejar. Jangan sampai hal yang tiÂdak logis, malah meÂruÂgikan bisnis telekomunikasi,†kata TiÂfatul kepada Rakyat MerÂdeka di JakarÂta, Selasa (11/12).
Tifatul khawatir, jika kasus ini diteruskan akan memÂbuka peÂluang terjadinya aksi pemerasan terhadap operator, seÂperti yang pernah terjadi seÂbeÂlumnya.
“Polemik ini bisa membuat inÂvestor jadi takut dan hengkang dari Indonesia. Apalagi Qatar TeÂlecom (Qtel) telah menyurati PreÂsiden Susilo Bambang YuÂdhoÂyono terkait polemik laÂyanan 3G ini. Jangan sampai masalah ini mengganggu bisnis telekomuÂnikasi jadi tidak konÂduÂsif,†warÂning menteri dari PKS itu.
Mengenai surat yang dia kirim ke Kejagung, Tifatul mengatakan, untuk menjelaskan masalah yang terjadi bahwa layanan 3G Indosat sudah sesuai aturan hukum yang ada. Namun saÂyangÂnya, KejaÂgung tidak merespons surat itu.
Tifatul meminta Kejagung mamÂÂpu menalar kasus ini deÂngan bijak, serta mempertimÂbangkan masukan dari berbagai pihak terÂkait masalah ini.
“Kami (Kemenkominfo) siap dipanggil DPR maupun KeÂjaÂgung untuk memberikan keteÂraÂngan. Ini sebagai bentuk dukuÂngan pemerintah terhadap kemaÂjuan industri telekomunikasi ke depan,†jelasnya.
Anggota Badan Regulasi TeÂleÂkomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono menyarankan KeÂÂjagung memberikan laÂpoÂran tentang penyalagunaan freÂkuenÂsi 3G Indosat ke pemerintah seÂhingga bisa segera ditangani jiÂka memang ada pelanggaran.
â€Saya kira penjelasan MenÂkomÂinfo bisa dijadikan landasan hukum bahwa layanan 3G tidak ada penyimpangan dan sesuai aturan,†kata Nonot seraya meÂminta, KejaÂgung dan MenÂkomÂinfo duÂduk bareng membahas masalah 3G agar bisnis telekoÂmunikasi tak terganggu.
Anggota Komisi I DPR bidang TeleÂkoÂmunikasi Roy Suryo meÂngatakan akan meÂmanggil dua lembaga negara ini dalam rapat dengan pendapat (RDP) dalam wakÂtu dekat ini. RDP ini untuk menjelaskan duduk maÂsalah 3G.
“Saya khawatir kalau masalah ini berlarut terus, tidak hanya inÂdustri yang rugikan. Tapi masyaÂrakat pun akan ikut rugi,†katanya.
Roy mengaku, belum meÂlihat adanya pelangÂgaÂran piÂdana daÂlam proyek 3G Indosat. Apalagi Menkominfo telah menegaskan bahwa kerja sama internet 3G di IM2 telah sesuai aturan.
â€Bila kerja sama Indosat dan IM2 dianggap melanggar, kerja sama 280 Internet Service ProÂviÂder (ISP) lain bisa dinyatakan bersalah juga. Bisa-bisa, indusÂtri telekomunikasi akan bubar alias bangkrut,†kata Roy.
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Indosat Tbk AlexÂanÂder Rusli berharap, polemik kaÂsus ini bisa segera dituntaskan sehingga program teleÂkoÂmuÂÂniÂkasi tak terganggu.
“Saya nggak bisa ngomong baÂnyak soal itu mbak. Tapi kami menÂdukung penyelesaian kasus ini. Jika memang dianggap meÂlangÂgar, kami siap memÂperÂtangÂgungÂjaÂwabkan,†kata Rusli keÂpada Rakyat Merdeka.
Anak perusahaan Indosat, IM2, dituding Kejagung telah meÂnyeÂlengÂgarakan jasa teleÂkomunikasi jaringan bergerak seluler freÂkuenÂsi 3G tanpa izin pemerintah. Akibat penyalahÂgunaan ini, neÂgaÂra diruÂgiÂkan seÂkitar Rp 3,8 triliun. KeÂjaÂgung akan segera meÂlimÂpahkan kaÂsus ini ke Pengadilan Tindak PiÂdana KoÂrupÂsi (Tipikor). [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34