Berita

Mahendra Si­regar

Bisnis

Wamenkeu Keluhkan Minimnya IPO BUMN

Tahun Ini Tidak Satu Pun Perusahaan Pelat Merah Masuk Bursa
RABU, 19 DESEMBER 2012 | 08:01 WIB

.Target penjualan saham per­dana atau initial public offering (IPO) dari BUMN tahun ini bakal meleset. Padahal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan, jumlah IPO perusahaan pelat me­rah sebanyak 25 perusahaan.

Menurut Wakil Men­teri Keua­ngan (Wamenkeu) Mahendra Si­regar sangat menya­yangkan ku­rangnya partipisasi perusahaan BUMN da­lam pasar modal.

“Tidak terpenuhinya target hingga 25 perusahaan yang saya sayangkan di sini adalah BUMN. Tahun depan kita harus memiliki komitmen yang kuat,” katanya di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, di satu sisi pi­hak­nya selalu mengundang inves­tor dari luar negeri untuk berinves­tasi. Tetapi bila jumlah emitennya (pe­rusahaan yang mencatatkan sa­ham) tidak bertambah, maka akan sia-sia. Kesempatan akan hilang.

“Kita kan selama ini meng­­im­bau investor untuk inves­tasi. In­vestor luar juga kita undang buat inves­tasi. Tapi kalau jum­lah emi­tennya sendiri tidak bertambah, ya buat apa, kesem­patan itu akan hilang,” jelas Mahendra.

Sebelumnya, BEI merevisi tar­get perusahaan yang akan lis­ting di pasar modal, jika sebelum­nya menargetkan 25 perusahaan, BEI merevisi menjadi 23 pe­ru­sa­haan. Pasalnya, sejumlah pe­­ru­sa­haan yang telah ada di-pipe­line me­ngundurkan jadwal IPO.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, jumlah perusahaan yang lis­ting di pasar modal di tahun ini tidak mencapai target, yakni 25 perusahaan. Be­berapa perusahaan meng­undur­kan jadwal pelaksanaan pencata­tan saham perdananya.

Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat optimistis lima BUMN dapat menggelar IPO tahun ini, karena sudah masuk dalam ren­cana program Deputi Kemente­rian BUMN.  Dahlan memasti­kan Deputi Kementerian BUMN su­dah menelaah perusahaan pe­lat merah maupun anak peru­sahaan­nya yang akan IPO.

Ia merasa malu bila hanya ada satu BUMN yang dapat melang­sungkan IPO tahun ini. Untuk itu, ia terus mendorong Deputi Ke­men­terian BUMN untuk meng­kaji perusahaan BUMN yang da­pat melakukan IPO.

“Saya juga malu kalau BUMN hanya satu saja yang IPO. Mereka (Deputi) harus berusaha lebih keras lagi,” tuturnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya