Berita

melki laka lena

Melki: NTT Pasti Bisa Menjadi Pusat Wisata Rohani

SENIN, 17 DESEMBER 2012 | 19:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpenduduk mayoritas penganut Katolik dan memiliki potensi besar sebagai daerah tujuan wisata rohani yang lebih ternama.

Sayangnya, upaya yang dijalankan belum maksimal, bahkan tak dikelola dengan profesional. Padahal, potensi wisata rohani di NTT dapat mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
 
Berangkat dari situasi tersebut, calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2013-2018, Emanuel Melkiades Laka Lena atau Melki Laka Lena, yang berpasangan dengan Ibrahim A Medah, bercita-cita memaksimalkan potensi yang ada. Provinsi berpenduduk sekitar 3,5 juta orang itu harus jadi pusat wisata rohani agama Katolik di Indonesia.


Cita-cita yang digagas politisi muda dari Partai Golkar ini tak sekadar ucapan. Sebab, Minggu kemarin (16/12), ia bertemu Kepala Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, Romo Ignasius Sumarya, di Magelang, Jawa Tengah, untuk berkonsultasi mengenai masalah tersebut. Dalam kunjungan ke Seminari Mertoyudan, Magelang itu, ia didampingi Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), Putut Prabantoro.

"Dengan konsep baru, saya memiliki gagasan untuk mengembangkan program tersebut secara total," ucap Melki.

Selain lebih mengenalkan nama NTT di dunia internasional maupun lokal, perekonomian penduduk setempat juga bisa meningkat. Terlebih, banyak sektor lain yang masih bisa digarap mendukung terobosan untuk tanah kelahiran sang politisi muda lulusan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ini.

"Infrastruktur dan sumberdaya yang ada di NTT belum difungsikan secara baik terutama obyek wisata alam, yang sejatinya memiliki pemandangan dan daya pikat tak kalah apik dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Sektor tersebut nantinya bisa mendukung status NTT sebagai pusat tujuan wisata rohani di negeri ini," lanjutnya.

Ignasius Sumarya menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, saat ini memang diperlukan terobosan luar biasa untuk mengangkat NTT menjadi salah satu wilayah yang diperhitungkan di Indonesia. Dan apa yang digagaskan oleh Melki, menurut Ignasius Sumarya, patut mendapat dukungan.

"Berinisiatif dan serius ingin membuat NTT sebagai pusat wisata rohani agama Katolik di Indonesia merupakan sikap yang harus didukung 100 persen," tegas Ignasius Sumarya.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya