Berita

RUU DESA

PDIP: Partai Pemerintah Jangan Cuma Teriak Cari Popularitas

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 | 12:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Banyak orang tidak mengerti subtansi RUU Desa tapi sudah langsung memperdebatkan apakah aparat desa sebaiknya diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS) atau tidak.

"Kadang-kadang orang nggak ngertinya disitu. Kita itu sekarang lagi berdebat soal UU tentang Desa. Desa itu mau seperti desa seperti di Jawa atau adat," ujar anggota Komisi II DPR dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 16/12).

Dia menjelaskan, kalau mau seperti desa adat, masak perangkatnya jadi PNS. Kalau aparat desa mau diangkat dari PNS, lanjutnya, sebaiknya pemerintah desa diganti semuanya jadi kelurahan.

Kemudian, lanjut Ganjar, DPR sejak tahun 2009 lalu berjuang keras mendesak pemerintah segera membereskan honorer kategori I, honorer kategori II, PTT (Pegawai Tidak Tetap), GTT (Guru Tidak Tetap), yang sampai hari ini belum diangkat jadi PNS padahal sudah ada PP-nya. "Itu sampai hari ini nggak beres. Itu honorer yang mau diangkat, sudah ada PP-nya, nggak jelas sudah hampir lima tahun," ungkap Ganjar.

Padahal dulu ada kategori III sampai V honorer yang mau diangkat jadi PNS. Tapi, pemerintah hanya menyanggupi sampai honorer kategori II.

"Pemerintah hanya sanggup II kok. Itu pemerintah loh yang didukung oleh orang-orang itu, partai-partai itu. Maka partai-partai itu saya tanya ulang sekarang. Heh partai-partai, kalian yang berkuasa itu, coba Anda selesaikan dulu honorer ini. Jangan cuma teriak cari popularitas saja," tegas Ganjar.

Karena itu, Ganjar mengajak publik untuk berbicara secara realistis. Dia menegskan kembali, Pemerintah sudah mengeluarkan PP untuk mengangkat tenaga honorer yang sudah bekerja puluhan tahun. Tapi saat ini tak bisa laksanakan. "Terus kita mau nipu rakyat. Jangan tunggangi kepentingan politik jangka pendek.  Maka kalau cuman dengan populisme saja, pasti itu sedang menipu," demikian Ganjar. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya