Berita

Dahlan Iskan

Bisnis

Bongkar Korupsi, ICW Sarankan Dahlan Silent Operation

MINGGU, 16 DESEMBER 2012 | 08:17 WIB

.Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan untuk melakukan silent operation atau operasi se­cara diam-diam untuk membong­kar kasus korupsi di BUMN.

Koordinator Divisi In­vestigasi ICW Agus Sunaryanto menu­turkan, dengan melakukan silent operation, maka Dahlan bisa memberantas kenakalan oknum BUMN yang melakukan kong­kali­kong dengan berbagai pihak.

Dikatakan Agus, silent operation yang dimaksud adalah Dah­lan dapat langsung menyam­paikan indikasi tindakan kong­kali­kong di tubuh perusahaan BUMN kepada Komisi Pem­berantas Korupsi (KPK). Selan­jutnya, KPK akan menindak­lan­juti indikasi itu.

“Ya seharus­nya tidak perlulah Pak Dahlan sampai berkoar-koar ingin mem­bongkar kasus korupsi para anak buahnya di BUMN. Risikonya ketika dipublikasikan lewat me­dia secara umum, maka akan menghambat proses hu­kum itu sendiri,” kata Agus.

Anggota Komisi VI DPR Fer­rari Romawi menginginkan agar Dahlan tidak perlu mem­be­ber­kan ke media soal niatnya yang ingin memberantas oknum BUMN yang korup. Dahlan diminta lang­sung saja memba­bat oknum yang memang sudah terbukti terlibat dalam kasus ko­rupsi.

”Langsung saja dibabat habis yang memang terbukti, tidak usah bertele-tele, jangan pan­dang bu­lu. Juga jangan kasih am­pun su­paya tidak muncul lagi oknum-oknum yang merugikan negara,” tegasnya kepada Rakyat Merde­ka, Kamis (13/12).

Menurut Ferrari, akan lebih baik lagi jika Dahlan melaporkan tindakan kongkalikong oknum anggota dewan kepada KPK. Tujuannya, menciptakan efek jera di lingkungan perusahaan BUMN dan oknum DPR lainnya. Politisi Partai Demokrat ini kha­watir, apabila terjadi kesalahan laporan yang tidak sesuai dan sudah disebarluaskan kepada media massa, akan ber­dampak kepada Dahlan sendiri.

“Negatifnya, Pak Dahlan akan diserang balik kalau data yang dia punya tidak akurat,” katanya.

Dia meminta kepada Dahlan konsentrasi mem­benahi BUMN. Karena, banyak sekali masalah yang sedang ter­jadi di tubuh peru­sahaan pelat merah. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya