ilustrasi, kemiskinan
ilustrasi, kemiskinan
Menurut Presiden SBY, tiap tahun pemerintah menggelonÂtorÂkan puluhan triliun anggaran guÂna meÂwuÂjudkan komitmennya daÂlam pemÂberantasan kemiskinÂan (pro poor) di Indonesia dengan mengÂguÂnakan empat pilar straÂtegi ekoÂnomi.
Dia mengatakan, pembeÂranÂtasÂan kemiskinan penting agar ekoÂnomi InÂdonesia bisa tumbuh tanÂpa menimbulkan jarak yang besar antara orang miskin dan kaya.
“Anggaran puluhan triliun tiap tahun kita keluarkan untuk bantu orang miskin guna memÂbiayai keÂsehatan dan pendiÂdikan. DeÂngan begitu yang penÂdapatannya pas-pasan bisa diÂgunakan untuk konsumsi yang lain,†kata SBY.
Dikatakan SBY, tantangan ekoÂnomi Indonesia tahun depan cuÂkup berat karena perÂekoÂnoÂmian global masih belum cerah. SBY mengatakan, hampir semua lemÂbaga ekonomi meÂnuÂrunkan proÂyeksinya terkait perÂtumbuhan ekonomi global 2013.
“Lingkungan global belum ceÂrah benar. Kita harus sangat serius bekerja keras menjaga perÂekoÂnomian nasional kita,†ucapÂnya.
Tahun depan, pemerintah meÂnargetkan pertumbuhan ekonomi 6,8 persen atau sangat ambisius. SBY menyatakan, perlu kerja keÂras untuk mencapai target itu.
Koordinator Advokasi dan InÂvestigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi meÂngaÂtakan, berapapun anggaran yang digeÂlontorkan pemerintah, tidak akan mampu mengurangi angka keÂmiskinan secara sigÂnifikan. PuÂluhan triliun anggaran kemisÂkinÂan yang tiap tahun terus meningÂkat pun akan sia-sia jika pemeÂrinÂtah tak mereformasi birokrasinya.
“Setiap tahun pemerintah memÂberikan puluhan triliun anggaran untuk orang miskin. Tapi angÂgarÂan tersebut belum seÂpeÂnuhnya diÂnikmati orang miskin akibat progÂramnya yang belum tepat sasaran. Tidak meÂnutup kemungkinan angÂgaran itu diseÂlewengkan para paÂnitia atau biÂrokrat lantaran biÂrokÂrasinya yang bertele-tele,†kaÂta Uchok kepada Rakyat Merdeka.
Selain itu, menurut Uchok, triÂliunan anggaran kemiskinan juga menjadi tak berguna akibat harga bahan pokok yang terus meÂrangÂkak naik. Sebab, maÂsyarakat akan lebih memilih memanÂfaatkan daÂna bantuan tersebut untuk meÂmenuhi keÂbutuhan seÂhari-hari.
“Harga bahan pokok sudah seÂharusnya dikontrol, karena seÂlama ini harga bahan tidak ada yang mengkontrol. Apalagi subÂsidi BBM mau dicabut, itu sama saja pemerintah membunuh orang-orang miskin,†ujarnya.
Menko Kesra Agung Laksono menjanjikan tingkat kemiskinan sudah berada di bawah 10 perÂsen sebelum masa pemerintahan PreÂsiden SBY usai. Agung meÂngÂÂÂklaim, hingga Juni 2012 tingÂkat kemiskinan telah meÂnurun ke angÂka 11,9 persen, indikasi ini diÂlihat dari data Badan Pusat StaÂtistik (BPS) pada kuartal II-2012.
Dijelaskan Agung, tahun 2004, kemiskinan masih cukup tinggi di posisi 17,9 persen. Namun, saat ini sudah sangat menurun.
“Ini masih akan kita genjot lagi dengan berbagai program peÂnanggulangan kemiskinan agar menjadi di bawah 10 pesen,†tuturn politisi Partai Golkar itu.
Menurut Agung, seseorang diÂkatakan miskin apabila meÂmiliki penghasilan 1,5 dolar AS per hari. Dia mengakui, meski tingkat keÂmiskinan telah meÂnurun, tapi terÂdapat peningkatan di angka pengangguran.
“Angka pengangguran meÂmang meÂningÂkat jumlahnya, tapi presentasenya tidak,†ujarnya.
Menteri Perencanaan dan PemÂbangunan Nasional/ Kepala BaÂdan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) ArÂmida S Alisjahbana mengatakan, penduduk miskin di Indonesia tersebar tidak merata. Jumlah terÂbesar dari penduduk miskin 57,8 persen berada di Pulau Jawa.
Lalu 21 persen di Sumatera, 7,5 persen di Sulawesi, 6,2 persen di Nusa Tenggara, 4,2 persen di Maluku dan Papua dan angka terkecil 3,4 persen tersebar di KaÂlimantan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34