Dahlan Iskan
Dahlan Iskan
ke pelosok daerah guna menguasai pasar. Semen Gresik dijadikan contoh.
“Ekspansi keluar negeri meÂmang harus dilakukan. Dulu BUMN kita dikenal jual-jual, sekarang beli-beli. Pekan depan Semen Gresik beli pabrik semen di Vietnam, PT Timah beli tamÂbang timah di Birma,†kata DahÂlan saat acara Markplus ConÂference 2013 berÂtajuk Marketing: Into Innovation and Technology di Hotel Pasific Place, Jakarta, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Dahlan mendampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal meÂnerima penghargaan sebagai Marketeers of the Year kategori Government 2012.
Lebih lanjut bekas dirut PLN itu berpendapat, selain peruÂsahaan BUMN harus gencar melakukan ekspansi ke luar neÂgeri, swasta juga harus ikut berÂlomba-lomba berekspansi keluar negeri. Ekspansi tersebut dihaÂrapkan agar perusahaan BUMN tidak jago kandang hingga mamÂpu memperkuat lini bisnis peÂruÂsahaan pelat merah.
“Ini akan terus kami lakukan agar Indonesia nggak jago kanÂdang. BUMN harus kuat, bukan diperlemah. Swasta juga harus bisa melawan BUMN karena keÂduanya bersaing dengan keras. Bisa jadi perusahaan multiÂnaÂsiÂonal yang kalah,†ucap Dahlan.
Dengan demikian, menurut dia, perusahaan-perusahaan nasiÂoÂnal bisa bergabung untuk berÂsaing dengan perusahaan asing.
“Mari kita (BUMN dan swasta) bergerak cepat dan mengalahkan multinasional corp bersama-sama,†pungkasnya.
Gubernur DKI Jokowi meÂngatakan, proses marketing proÂduk dan politik itu tidak jauh berbeda. Ia mencontohkan, koÂtak-kotak sebagai branding kepeÂmilikannya bersama Wakil GuÂbernur DKI Basuki Tjahaja PurÂnama. Bagaimana kotak-kotak itu diferensiasi, bagaimana itu bisa dikemas secara baik dan dijual ke masyarakat.
“Akhirnya dari awal sampai akhir saya melakukan itu. Mulai dari positioning, membangun menggunakan kotak-kotak, difeÂrensiasi dan dibangun personal brand, image dan persepsi yang ada di masyarakat,†ujar bekas Walikota Solo itu.
Anggota Komisi VI DPR NaÂsril Bahar mengatakan, sebelum meÂlebarkan sayap keluar negeri peÂrusahaan pelat merah tetap haÂrus fokus pada tugasnya yang diÂatur dalam Undang-Undang NoÂmor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.
“BUMN juga berfungsi seÂbaÂgai pengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, sosial dan mengejar keuntungan untuk meÂningkatkan pendapatan negara,†katanya kepada Rakyat Merdeka.
Karena itu, jika BUMN ingin melebarkan sayapnya keluar negeri maka harus memenuhi fungsi di dalam negeri dulu. Jika sudah bisa dipenuhi, tidak ada alasan melarang BUMN melakukan ekspansi keluar negeri.
Apalagi, lanjut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, dengan go international dapat meningkatkan daya saing BUMN itu sendiri. “Produk-produk kita akan semakin dikenal di luar negeri dan mengurangi tekanan impor,†katanya.
Nasril melihat BUMN yang sudah siap adalah perusahaan konstruksi. Menurut dia, keÂmampuan perusahaan konstruksi pelat merah tidak kalah saing dengan perusahaan luar.
Hal senada disampaikan angÂgota Komisi VI DPR dari Partai DemoÂkrat Ferrari Romawi. Dia meminta Kementerian BUMN tidak meÂmakÂsakan BUMN unÂtuk ekspansi keluar negeri jika belum siap.
Dia menilai, saat ini cuma ada 3-5 perusahaan yang siap eksÂpanÂsi keluar negeri. Perusahaan itu antara lain Garuda Indonesia, Bank Mandiri, Telkom dan beÂbeÂrapa BUMN konstruksi. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21
Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37
Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34